
Bisnis tour and travel tidak hanya membutuhkan promosi melalui Instagram, TikTok, atau WhatsApp. Di tengah persaingan industri perjalanan yang semakin ketat, memiliki website tour and travel yang profesional dapat menjadi aset penting untuk membangun kepercayaan sekaligus mendapatkan calon pelanggan baru.
Media sosial memang efektif untuk menarik perhatian. Namun, ketika calon pelanggan mulai serius mempertimbangkan sebuah biro perjalanan, mereka biasanya membutuhkan informasi yang lebih lengkap: siapa perusahaan tersebut, paket apa yang tersedia, berapa harganya, bagaimana itinerary-nya, apa saja fasilitasnya, dan bagaimana cara melakukan pemesanan.
Di sinilah website memiliki peran penting.
Website tour and travel yang dirancang dengan baik bukan sekadar brosur digital. Website dapat menjadi pusat informasi, media membangun kredibilitas, sekaligus saluran pemasaran yang membantu menghasilkan leads.
Lalu, fitur apa saja yang sebaiknya tersedia?
1. Beranda yang Langsung Menjelaskan Layanan
Halaman beranda atau homepage merupakan salah satu bagian pertama yang dilihat calon pelanggan ketika mengunjungi website.
Dalam beberapa detik pertama, pengunjung seharusnya sudah dapat memahami:
- Bisnis tour and travel apa yang ditawarkan.
- Destinasi atau layanan yang tersedia.
- Keunggulan perusahaan.
- Cara mendapatkan informasi atau melakukan pemesanan.
Hindari membuat hero section hanya berisi foto pemandangan dengan tulisan yang terlalu umum seperti “Nikmati Liburan Impian Anda”.
Lebih baik gunakan headline yang menjelaskan layanan secara spesifik.
Contohnya:
“Paket Wisata Jogja untuk Liburan Keluarga dan Perusahaan”
Kemudian tambahkan penjelasan singkat mengenai layanan dan tombol seperti “Lihat Paket Wisata” atau “Konsultasi via WhatsApp”.
Tujuannya sederhana: pengunjung tidak perlu menebak-nebak apa yang ditawarkan perusahaan.
Struktur homepage yang jelas juga merupakan bagian dari prinsip website profesional. Jika ingin memahami lebih jauh mengenai struktur halaman yang sebaiknya tersedia dalam sebuah website bisnis, Anda dapat membaca panduan tentang halaman website company profile yang wajib ada.
2. Katalog Paket Wisata yang Lengkap
Salah satu fitur paling penting dalam website tour and travel adalah katalog paket wisata.
Setiap paket sebaiknya memiliki informasi yang cukup lengkap, bukan hanya nama destinasi dan harga.
Informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Nama paket.
- Destinasi.
- Durasi perjalanan.
- Harga.
- Jadwal keberangkatan.
- Itinerary.
- Fasilitas.
- Hotel atau akomodasi.
- Transportasi.
- Jumlah peserta.
- Ketentuan pemesanan.
- Syarat dan ketentuan.
- Tombol konsultasi atau pemesanan.
Informasi yang lengkap akan membantu calon pelanggan memahami paket sebelum menghubungi customer service.
Halaman paket wisata juga dapat menjadi pintu masuk dari mesin pencari. Misalnya, seseorang mencari “paket wisata Jogja 3 hari 2 malam”. Jika perusahaan memiliki halaman paket yang relevan dan dioptimalkan dengan baik, halaman tersebut berpotensi ditemukan oleh calon pelanggan melalui Google.
3. Itinerary yang Mudah Dibaca
Itinerary merupakan salah satu informasi penting bagi calon wisatawan.
Jangan membuat itinerary dalam bentuk paragraf panjang yang sulit dipahami. Gunakan struktur berdasarkan hari atau waktu.
Contohnya:
Hari 1 – Kedatangan & Wisata Kota
08.00 – Penjemputan
10.00 – Kunjungan destinasi pertama
12.00 – Makan siang
13.30 – Kunjungan destinasi kedua
17.00 – Check-in hotel
Format seperti ini membuat calon pelanggan lebih mudah membayangkan perjalanan yang akan mereka dapatkan.
Untuk perjalanan dengan itinerary panjang, gunakan desain visual sederhana agar informasi tetap nyaman dibaca melalui smartphone.
4. Tombol WhatsApp untuk Konsultasi
Banyak bisnis tour and travel menggunakan WhatsApp sebagai saluran komunikasi utama.
Karena itu, website sebaiknya tidak membuat pengunjung kesulitan ketika ingin bertanya.
Tambahkan CTA seperti:
“Konsultasikan Perjalanan Anda”
atau
“Tanya Paket via WhatsApp”
Tombol tersebut dapat ditempatkan pada beberapa titik strategis, misalnya setelah informasi paket, setelah itinerary, dan pada bagian akhir halaman.
Namun, CTA tidak perlu muncul secara berlebihan. Letakkan pada saat pengunjung sudah mendapatkan informasi yang cukup dan memiliki alasan untuk mengambil tindakan.
5. Sistem Booking atau Formulir Pemesanan
Jika skala bisnis memungkinkan, website tour and travel dapat dilengkapi sistem booking.
Calon pelanggan dapat mengisi informasi seperti:
- Nama.
- Nomor WhatsApp.
- Paket wisata.
- Tanggal perjalanan.
- Jumlah peserta.
- Permintaan khusus.
Untuk bisnis yang belum membutuhkan sistem booking kompleks, formulir inquiry atau integrasi WhatsApp sederhana juga dapat menjadi pilihan.
Tidak semua tour and travel membutuhkan sistem reservasi yang rumit.
Bisnis yang menerima banyak transaksi online tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan biro perjalanan yang sebagian besar proses penjualannya dilakukan melalui konsultasi customer service.
Karena itu, fitur sebaiknya mengikuti alur bisnis, bukan sekadar mengikuti tren teknologi.
6. Informasi Harga yang Transparan
Harga merupakan salah satu informasi yang paling sering dicari calon pelanggan.
Jika memungkinkan, tampilkan harga atau setidaknya kisaran harga dengan penjelasan mengenai apa saja yang termasuk di dalamnya.
Contohnya:
Mulai dari Rp1.500.000/orang
Termasuk:
- Transportasi.
- Hotel.
- Makan.
- Tiket destinasi.
- Tour leader.
Jika harga bersifat dinamis, jelaskan bahwa harga dapat berubah berdasarkan jumlah peserta, musim, hotel, atau tanggal keberangkatan.
Transparansi seperti ini membantu calon pelanggan memahami nilai paket dan mengurangi potensi kesalahpahaman ketika proses konsultasi berlangsung.
7. Testimoni dan Review Pelanggan
Dalam bisnis perjalanan, kepercayaan merupakan faktor yang sangat penting.
Calon pelanggan mungkin belum pernah bertemu dengan perusahaan. Mereka membutuhkan bukti bahwa bisnis tersebut benar-benar memiliki pengalaman melayani pelanggan.
Karena itu, tampilkan testimoni yang relevan.
Testimoni dapat dilengkapi dengan:
- Nama pelanggan.
- Foto jika mendapatkan izin.
- Destinasi yang digunakan.
- Cuplikan ulasan.
- Dokumentasi perjalanan.
Hindari testimoni yang terlalu generik seperti:
“Pelayanannya bagus dan sangat memuaskan.”
Testimoni yang lebih spesifik biasanya lebih membantu karena calon pelanggan dapat memahami pengalaman yang sebenarnya.
Misalnya, pelanggan menjelaskan bagaimana proses penjemputan, pelayanan tour leader, kondisi hotel, atau pengalaman selama perjalanan.
Jika perusahaan memiliki review dari Google atau platform lain, bukti tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai social proof.
8. Galeri Foto dan Video Perjalanan
Tour and travel merupakan bisnis yang sangat visual.
Calon pelanggan ingin melihat seperti apa destinasi, kendaraan, hotel, aktivitas wisata, dan pengalaman pelanggan sebelumnya.
Karena itu, website sebaiknya memiliki galeri foto atau video yang berkualitas.
Namun, kualitas visual tidak berarti semua file harus berukuran sangat besar.
Gambar yang terlalu berat justru dapat memperlambat website.
Gunakan gambar yang sudah dikompresi dan memiliki ukuran sesuai kebutuhan tampilan. Video juga sebaiknya digunakan secara strategis agar tidak membuat halaman terlalu berat.
9. Profil Perusahaan yang Meyakinkan
Jangan menganggap halaman “Tentang Kami” hanya sebagai formalitas.
Untuk bisnis tour and travel, halaman profil dapat menjawab pertanyaan penting:
“Siapa yang akan saya percaya untuk mengurus perjalanan saya?”
Informasi yang dapat ditampilkan antara lain:
- Sejarah perusahaan.
- Legalitas perusahaan.
- Pengalaman.
- Tim.
- Area layanan.
- Nilai perusahaan.
- Partner atau mitra.
- Dokumentasi kegiatan.
Jika perusahaan memiliki izin, sertifikasi, penghargaan, atau keanggotaan organisasi yang relevan, informasi tersebut juga dapat ditampilkan selama valid dan dapat dibuktikan.
Informasi seperti ini membantu memperlihatkan pengalaman dan kredibilitas bisnis secara nyata.
Google sendiri menjelaskan bahwa konten yang menunjukkan pengalaman, keahlian, otoritas, dan kredibilitas merupakan bagian dari konsep E-E-A-T. Google juga menekankan pentingnya kejelasan mengenai siapa yang membuat konten dan mengapa konten tersebut dibuat. Panduan Google tentang konten yang bermanfaat dan tepercaya dapat menjadi rujukan bagi pemilik website bisnis.
10. Legalitas dan Informasi Kontak
Website profesional sebaiknya tidak membuat identitas bisnis menjadi samar.
Tampilkan informasi seperti:
- Nama perusahaan.
- Alamat.
- Nomor telepon.
- Email.
- WhatsApp.
- Jam operasional.
- Informasi legalitas yang relevan.
- Tautan media sosial.
Jika perusahaan memiliki kantor fisik, lokasi tersebut juga dapat ditampilkan melalui Google Maps.
Informasi yang jelas membantu calon pelanggan memastikan bahwa mereka berhubungan dengan bisnis yang nyata.
11. FAQ untuk Menjawab Pertanyaan Calon Pelanggan
FAQ atau Frequently Asked Questions dapat menjadi fitur sederhana tetapi sangat berguna.
Contoh pertanyaan:
Apakah harga sudah termasuk tiket masuk?
Berapa minimal jumlah peserta?
Apakah bisa request itinerary?
Apakah tersedia private trip?
Bagaimana kebijakan pembatalan?
Apakah tersedia penjemputan dari bandara?
FAQ membantu calon pelanggan memperoleh jawaban lebih cepat tanpa harus selalu menghubungi customer service.
Selain itu, FAQ dapat membantu memperluas informasi pada halaman dengan membahas pertanyaan yang memang sering muncul dalam proses pembelian.
12. Website Harus Nyaman di Smartphone
Sebagian besar calon pelanggan mengakses informasi melalui perangkat mobile.
Karena itu, website tour and travel harus benar-benar nyaman digunakan melalui smartphone.
Perhatikan beberapa hal:
- Tulisan mudah dibaca.
- Tombol mudah ditekan.
- Menu sederhana.
- Foto tidak terpotong secara mengganggu.
- Formulir nyaman digunakan.
- WhatsApp mudah ditemukan.
- Halaman tidak terlalu berat.
Website yang terlihat bagus di laptop tetapi sulit digunakan melalui smartphone tetap memberikan pengalaman pengguna yang buruk.
13. Struktur Website yang Mendukung SEO
Website tour and travel juga perlu memiliki struktur yang mudah dipahami oleh pengguna dan mesin pencari.
Contohnya:
Beranda
→ Paket Wisata
→ Paket Wisata Jogja
→ Paket Wisata Bali
→ Private Trip
→ Corporate Trip
→ Blog
Setiap halaman dapat memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.
Blog kemudian dapat digunakan untuk membahas topik informasional seperti:
- Itinerary wisata Jogja.
- Tempat wisata untuk keluarga.
- Tips memilih paket wisata.
- Persiapan liburan.
- Perbedaan private trip dan open trip.
- Tips memilih biro perjalanan.
Strategi ini membuat website tidak hanya menjadi katalog, tetapi juga sumber informasi yang berpotensi mendatangkan traffic organik.
Namun, SEO sebaiknya tidak dilakukan dengan membuat konten hanya demi mengejar kata kunci. Google secara eksplisit menyarankan agar konten dibuat terutama untuk membantu manusia dan memberikan pengalaman yang memuaskan, bukan semata-mata untuk mendapatkan traffic mesin pencari.
14. Kecepatan dan Performa Website
Kecepatan website merupakan bagian yang tidak boleh diabaikan.
Jika halaman terlalu lama dibuka, calon pelanggan bisa meninggalkan website sebelum melihat paket wisata yang ditawarkan.
Karena itu, optimasi gambar, penggunaan hosting yang sesuai, pengurangan script yang tidak diperlukan, serta optimasi kode dan plugin perlu diperhatikan sejak proses pengembangan.
Pembahasan mengenai mengapa performa website berpengaruh terhadap pengalaman pengguna dan bisnis juga dapat Anda pelajari melalui artikel Akubi tentang kecepatan website dan pengaruhnya terhadap profit serta SEO.
Untuk pengukuran yang lebih objektif, pemilik website dapat menggunakan Google PageSpeed Insights. Sementara itu, Google merekomendasikan pemantauan Core Web Vitals yang mencakup LCP, INP, dan CLS sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman halaman yang baik.
15. Title dan Deskripsi Halaman yang Menarik
Setiap halaman penting dalam website sebaiknya memiliki title dan deskripsi yang menggambarkan isi halaman secara jelas.
Misalnya, halaman paket wisata dapat menggunakan title seperti:
Paket Wisata Jogja 3 Hari 2 Malam | Nama Travel
Bukan sekadar:
Home | Nama Travel
Title yang jelas membantu pengguna memahami halaman sebelum mereka mengunjunginya dari hasil pencarian.
Untuk memahami bagaimana title dapat digunakan untuk meningkatkan kemungkinan pengguna mengklik hasil pencarian, Anda juga dapat membaca artikel Akubi mengenai cara menulis title tag untuk meningkatkan CTR website.
Website Tour and Travel Bukan Sekadar Brosur Digital
Pada akhirnya, website tour and travel yang baik bukanlah website yang memiliki fitur paling banyak.
Yang lebih penting adalah apakah setiap fitur membantu calon pelanggan mendapatkan informasi, membangun kepercayaan, dan mengambil keputusan.
Website sederhana dengan struktur yang jelas, informasi paket lengkap, testimoni nyata, CTA yang tepat, performa cepat, dan informasi perusahaan yang transparan dapat jauh lebih efektif dibandingkan website dengan banyak animasi tetapi sulit digunakan.
Karena itu, sebelum membuat website, pemilik bisnis tour and travel sebaiknya menentukan terlebih dahulu tujuan utamanya.
Apakah website digunakan untuk:
- Meningkatkan kredibilitas perusahaan?
- Mendapatkan leads dari Google?
- Menampilkan katalog paket wisata?
- Menerima booking?
- Mengurangi pertanyaan berulang dari customer service?
- Mendukung pemasaran dari Instagram, TikTok, dan iklan?
Jawaban dari pertanyaan tersebut akan menentukan fitur dan struktur website yang paling tepat.
Kesimpulan
Website tour and travel yang profesional seharusnya mampu melakukan lebih dari sekadar menampilkan foto destinasi.
Website perlu memberikan informasi paket yang lengkap, itinerary yang jelas, harga yang transparan, testimoni pelanggan, profil perusahaan, informasi legalitas, galeri perjalanan, FAQ, CTA WhatsApp, hingga sistem booking jika memang dibutuhkan.
Di sisi lain, aspek teknis seperti SEO, keamanan, kecepatan, dan tampilan mobile juga tidak boleh diabaikan.
Jika seluruh elemen tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan calon pelanggan, website dapat menjadi aset pemasaran yang bekerja sepanjang waktu—bukan hanya sebagai profil perusahaan, tetapi juga sebagai sarana membangun kepercayaan dan menghasilkan calon pelanggan baru.
Bagi pemilik bisnis tour and travel yang ingin membangun website dengan struktur dan fitur yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis, Anda dapat melihat jasa pembuatan website perusahaan dari Akubi.
Pendekatan website custom memungkinkan struktur halaman, fitur, desain, dan alur konversi dirancang berdasarkan karakter bisnis, bukan sekadar menggunakan template yang sama untuk semua perusahaan.
FAQ
Tidak selalu wajib secara operasional, tetapi website dapat menjadi aset penting untuk meningkatkan kredibilitas, memberikan informasi lengkap, mendukung SEO, dan menyediakan saluran pemasaran yang dapat dikontrol oleh perusahaan sendiri.
Beberapa fitur utama adalah katalog paket wisata, itinerary, harga, galeri, testimoni, profil perusahaan, informasi kontak, CTA WhatsApp, dan formulir booking atau inquiry. Prioritasnya tetap harus disesuaikan dengan model bisnis.
Tidak selalu. Jika sebagian besar proses penjualan masih dilakukan melalui WhatsApp atau customer service, formulir inquiry dan integrasi WhatsApp mungkin sudah cukup. Sistem booking dapat ditambahkan ketika volume transaksi dan kebutuhan operasional sudah memerlukannya.
Bisa. Namun, memiliki website saja tidak otomatis membuatnya muncul di hasil pencarian. Website membutuhkan struktur SEO yang baik, konten relevan, performa teknis yang memadai, serta strategi optimasi yang sesuai dengan kata kunci dan target pasar. Google juga menekankan bahwa memenuhi persyaratan teknis dan praktik terbaik tidak otomatis menjamin sebuah halaman akan di-crawl, diindeks, atau ditampilkan untuk pencarian tertentu.
Biayanya bergantung pada kompleksitas desain, jumlah halaman, fitur booking, integrasi sistem, kebutuhan SEO, dan kebutuhan khusus lainnya. Website company profile sederhana tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan website yang memiliki sistem reservasi dan manajemen paket wisata.