7 Cara Membuat Website Mobile Friendly, Nomor 3 Sering Dilewatkan!

Cara Membuat Website Mobile Friendly

Saat ini, website tidak cukup hanya terlihat bagus ketika dibuka melalui laptop atau komputer. Banyak pengunjung mengakses informasi, mencari produk, membaca artikel, hingga menghubungi bisnis langsung melalui smartphone. Karena itu, memahami cara membuat website mobile friendly menjadi hal penting bagi pemilik bisnis maupun developer.

Website yang bisa dibuka melalui HP belum tentu sudah mobile friendly. Sebuah website mungkin terlihat normal ketika pertama kali dibuka, tetapi pengunjung bisa saja mengalami masalah seperti teks terlalu kecil, tombol sulit ditekan, menu membingungkan, gambar keluar dari layar, atau halaman yang terasa lambat. Mobile friendly berarti website dirancang agar benar-benar nyaman digunakan pada layar yang lebih kecil.

Lalu, bagaimana cara membuat website yang nyaman digunakan melalui smartphone? Berikut 7 cara membuat website mobile friendly yang bisa diterapkan. Dan hati-hati, nomor 3 sering dilewatkan, padahal dampaknya cukup besar terhadap pengalaman pengunjung.

Apa yang Dimaksud Website Mobile Friendly?

Website mobile friendly adalah website yang dapat ditampilkan dan digunakan dengan nyaman melalui perangkat mobile, terutama smartphone.

Pengunjung seharusnya dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa mengalami hambatan, seperti:

  • Membaca teks tanpa harus melakukan zoom.
  • Membuka menu dengan mudah.
  • Menekan tombol CTA.
  • Melihat gambar dengan proporsional.
  • Mengisi formulir.
  • Berpindah halaman.
  • Menghubungi bisnis.
  • Membaca konten dengan nyaman.

Jadi, tujuan mobile friendly bukan hanya membuat seluruh elemen “muat” di layar smartphone. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman yang tetap nyaman meskipun ukuran layar jauh lebih kecil dibandingkan desktop.

Google juga menjelaskan bahwa pendekatan responsive web design direkomendasikan untuk membantu website beradaptasi dengan berbagai ukuran perangkat.

1. Gunakan Layout Responsive, Bukan Sekadar Mengecilkan Tampilan Desktop

Langkah pertama dalam cara membuat website mobile friendly adalah menggunakan layout yang benar-benar responsif. Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah membuat desain desktop terlebih dahulu, kemudian hanya mengecilkan seluruh elemennya ketika dibuka melalui smartphone. Padahal, mobile memiliki karakteristik penggunaan yang berbeda.

Contohnya, pada desktop Anda mungkin menggunakan layout:

Gambar | Teks

dalam dua kolom.

Pada smartphone, layout tersebut biasanya lebih nyaman jika diubah menjadi:

Gambar

↓

Teks

Begitu juga dengan elemen lain.

Beberapa penyesuaian yang biasanya diperlukan antara lain:

  • Kolom dibuat bertumpuk.
  • Grid dikurangi jumlah kolomnya.
  • Menu desktop diubah menjadi menu mobile.
  • Ukuran gambar disesuaikan.
  • Spacing diperbaiki.
  • Ukuran heading disesuaikan.

Website tidak harus terlihat persis sama pada desktop dan mobile. Yang lebih penting adalah pesan, fungsi, dan pengalaman pengguna tetap terjaga.

Jika ingin memahami konsep ini lebih jauh, Anda juga dapat membaca artikel Akubi tentang Responsive Website: Kenapa Sangat Penting Saat Ini?. Artikel tersebut membahas bagaimana layout website dapat menyesuaikan diri dengan ukuran layar yang berbeda.

2. Pastikan Ukuran Teks Nyaman Dibaca

Teks yang nyaman dibaca di monitor desktop belum tentu nyaman ketika dilihat melalui smartphone. Layar yang lebih kecil membuat pengaturan typography menjadi semakin penting.

Perhatikan beberapa hal berikut:

Ukuran body text

Jangan membuat teks terlalu kecil hanya agar lebih banyak konten terlihat dalam satu layar. Pengunjung seharusnya dapat membaca tanpa harus melakukan zoom.

Ukuran heading

Heading harus tetap memiliki hierarki yang jelas. H1 harus terlihat sebagai judul utama, kemudian H2, H3, dan seterusnya. Namun, ukuran heading desktop yang terlalu besar mungkin perlu disesuaikan untuk layar mobile.

Line height

Jarak antarbaris yang terlalu rapat dapat membuat teks terasa sesak. Sebaliknya, jarak yang terlalu jauh juga dapat membuat pembaca harus melakukan scrolling lebih banyak.

Kontras

Pastikan teks tetap terlihat jelas dari background. Tulisan abu-abu muda di atas background putih, misalnya, mungkin terlihat minimalis, tetapi belum tentu nyaman untuk semua pengguna. Website mobile friendly harus membantu pengunjung membaca lebih mudah, bukan membuat mereka bekerja lebih keras.

3. Perhatikan Ukuran Tombol dan Jarak Antar Elemen

Nah, ini adalah bagian yang sering dilewatkan. Banyak orang sudah memastikan website responsive, teks sudah rapi, dan gambar sudah menyesuaikan layar. Namun, mereka lupa bahwa pengguna smartphone berinteraksi menggunakan jari, bukan mouse. Pada desktop, cursor dapat dengan mudah mengklik link kecil.

Di smartphone, kondisi tersebut berbeda. Jika tombol terlalu kecil atau beberapa link diletakkan terlalu berdekatan, pengguna dapat salah menekan. Perhatikan terutama:

  • Tombol CTA.
  • Tombol WhatsApp.
  • Menu navigasi.
  • Tombol form.
  • Icon.
  • Link yang berdekatan.
  • Tombol close atau back.

Bayangkan pengunjung sudah tertarik dengan layanan Anda. Mereka ingin menekan tombol “Konsultasi Sekarang”, tetapi tombolnya terlalu kecil atau terlalu dekat dengan tombol lain. Hal sederhana seperti ini dapat menjadi hambatan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Karena itu, ketika membuat website mobile friendly, jangan hanya melihat tampilannya. Coba gunakan website tersebut dengan jari Anda sendiri.

4. Buat Menu Navigasi Lebih Sederhana

Menu yang bekerja dengan baik di desktop belum tentu cocok untuk mobile. Pada desktop, website mungkin memiliki banyak menu yang dapat ditampilkan secara horizontal. Namun, jika struktur tersebut dipaksakan ke layar smartphone, hasilnya bisa menjadi terlalu sempit dan sulit digunakan. Biasanya, navigasi mobile menggunakan pendekatan yang lebih ringkas, seperti hamburger menu. Namun, penggunaan hamburger menu saja belum cukup.

Pastikan:

  • Tombol menu mudah ditemukan.
  • Ukurannya cukup besar.
  • Menu mudah dibuka dan ditutup.
  • Struktur navigasi tidak terlalu rumit.
  • Pengunjung dapat kembali ke halaman sebelumnya dengan mudah.
  • CTA penting tetap mudah ditemukan.

Selain itu, jangan memasukkan terlalu banyak menu hanya karena semua halaman dianggap penting. Coba pikirkan informasi apa yang paling sering dicari pengunjung.

Misalnya, untuk website bisnis:

Home → Layanan → Portfolio → Tentang → Kontak

bisa lebih mudah dipahami daripada struktur dengan belasan menu dan submenu. Navigasi yang baik membantu pengguna mencapai tujuannya dengan lebih cepat.

5. Optimalkan Gambar agar Tidak Berat dan Tidak Merusak Layout

Gambar merupakan salah satu elemen yang paling sering menyebabkan masalah pada website mobile. Masalahnya bisa berupa:

  • Gambar terlalu besar.
  • File gambar terlalu berat.
  • Rasio gambar tidak sesuai.
  • Gambar keluar dari layar.
  • Gambar memperlambat loading.

Ketika menggunakan smartphone, pengunjung mungkin memiliki koneksi internet yang berbeda-beda. Website yang terlalu berat dapat terasa lambat, terutama jika halaman dipenuhi gambar berukuran besar. Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

Gunakan ukuran gambar sesuai kebutuhan

Tidak semua gambar perlu menggunakan resolusi sangat besar. Gunakan ukuran yang sesuai dengan area tampilnya.

Kompres gambar

Kompresi dapat membantu mengurangi ukuran file tanpa harus mengorbankan kualitas secara berlebihan.

Gunakan format modern jika memungkinkan

Format gambar yang lebih efisien dapat membantu mengurangi beban halaman.

Pastikan gambar responsive

Gambar harus dapat menyesuaikan lebar container dan layar. Selain membuat tampilan lebih rapi, optimasi gambar juga membantu meningkatkan performa.

Untuk pembahasan lebih detail mengenai optimasi performa, Anda dapat membaca artikel Akubi Cara Mempercepat Website Modern agar Lebih Optimal. Di sana pembahasannya lebih fokus pada gambar, caching, script, hosting, dan berbagai faktor lain yang dapat memengaruhi kecepatan website.

6. Buat Formulir Lebih Mudah Digunakan di Smartphone

Form yang nyaman di desktop belum tentu nyaman digunakan melalui HP. Coba bayangkan sebuah formulir dengan:

  • Banyak kolom.
  • Label yang tidak jelas.
  • Input terlalu kecil.
  • Tombol submit sulit ditemukan.

Pengunjung mungkin sudah tertarik, tetapi akhirnya membatalkan proses karena formulir terlalu merepotkan. Saat membuat form untuk mobile, coba sederhanakan.

Tanyakan:

Apakah semua data ini benar-benar diperlukan sekarang?

Jika tujuan awalnya hanya mendapatkan leads, mungkin Anda cukup meminta:

  • Nama.
  • Nomor WhatsApp atau email.
  • Kebutuhan singkat.

Informasi lainnya bisa didapatkan pada tahap berikutnya.

Selain itu, perhatikan:

  • Lebar input field.
  • Jarak antar kolom.
  • Ukuran teks.
  • Jenis keyboard yang muncul.
  • Posisi tombol submit.
  • Pesan error.

Semakin sedikit hambatan, semakin mudah pengunjung menyelesaikan tindakan.

7. Uji Website Langsung di Smartphone

Jangan hanya mengandalkan preview di laptop. Cara terbaik untuk mengetahui apakah website benar-benar nyaman digunakan adalah dengan mencobanya langsung. Buka website melalui smartphone. Kemudian lakukan simulasi sebagai pengunjung biasa.

Coba:

  1. Buka homepage.
  2. Scroll sampai bawah.
  3. Buka menu.
  4. Masuk ke halaman layanan.
  5. Klik CTA.
  6. Isi formulir.
  7. Buka artikel.
  8. Kembali ke halaman sebelumnya.
  9. Coba gunakan website dengan satu tangan.

Kemudian tanyakan:

  • Apakah teks nyaman dibaca?
  • Apakah tombol mudah ditekan?
  • Apakah ada elemen yang keluar dari layar?
  • Apakah gambar terlihat proporsional?
  • Apakah menu membingungkan?
  • Apakah halaman terasa lambat?
  • Apakah CTA mudah ditemukan?

Untuk melakukan pemeriksaan lebih sistematis, Anda dapat menggunakan panduan Cara Cek Website Mobile Friendly. Artikel tersebut membahas cara menguji website melalui smartphone dan tools seperti PageSpeed Insights.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Website Mobile Friendly

Membuat website responsive tidak selalu berarti hasil akhirnya sudah optimal. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi.

Menggunakan Ukuran yang Sama untuk Semua Device

Ukuran teks, spacing, heading, dan elemen lain tidak selalu cocok untuk setiap layar. Desain sebaiknya dapat menyesuaikan kebutuhan perangkat.

Terlalu Banyak Konten dalam Satu Layar

Karena ingin memberikan banyak informasi, beberapa website justru menjadi terlalu padat. Mobile memiliki ruang yang terbatas. Gunakan hierarki informasi agar pengunjung dapat fokus pada hal yang paling penting terlebih dahulu.

Menggunakan Pop-up yang Mengganggu

Pop-up mungkin digunakan untuk mendapatkan leads atau mempromosikan penawaran. Namun, jika pop-up terlalu besar dan menutupi hampir seluruh layar, pengalaman pengguna bisa terganggu. Terlebih jika tombol untuk menutup pop-up sulit ditemukan.

Mengabaikan Kecepatan

Website bisa saja memiliki desain yang sempurna. Namun, jika pengunjung harus menunggu terlalu lama, desain tersebut belum tentu sempat mereka nikmati. Optimasi mobile harus mencakup tampilan dan performa.

Tidak Menguji Halaman Penting

Jangan hanya memeriksa homepage. Pastikan juga untuk menguji:

  • Halaman layanan.
  • Halaman produk.
  • Blog.
  • Contact page.
  • Landing page.
  • Form.
  • Checkout, jika ada.

Terkadang homepage sudah rapi, tetapi halaman lain justru memiliki masalah.

Mobile Friendly dan Responsive, Apakah Sama?

Keduanya saling berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama. Responsive design lebih berkaitan dengan bagaimana layout menyesuaikan ukuran layar. Sementara mobile friendly memiliki cakupan yang lebih luas. Website bisa saja responsive secara teknis, tetapi masih memiliki masalah seperti:

  • Tombol terlalu kecil.
  • Font sulit dibaca.
  • Form terlalu rumit.
  • Navigasi membingungkan.
  • Loading lambat.
  • CTA sulit ditemukan.

Jadi, responsive design merupakan salah satu fondasi penting. Namun, untuk membuat website benar-benar mobile friendly, Anda juga perlu memikirkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Kenapa Website Mobile Friendly Penting untuk Bisnis?

Website bisnis bukan sekadar tempat menampilkan informasi. Website juga dapat digunakan untuk:

  • Mendapatkan leads.
  • Menampilkan layanan.
  • Menjual produk.
  • Membangun kepercayaan.
  • Menerima konsultasi.
  • Mendukung aktivitas marketing.

Jika proses tersebut sulit dilakukan melalui smartphone, bisnis berpotensi kehilangan peluang. Bayangkan seseorang menemukan bisnis Anda dari Google atau Instagram. Mereka langsung membuka website melalui HP.

Namun, ketika halaman terbuka:

  • Teks terlalu kecil.
  • Gambar terpotong.
  • Tombol WhatsApp sulit ditekan.
  • Menu membingungkan.

Pengunjung mungkin tidak akan mencoba memperbaikinya. Mereka cukup menutup halaman dan mencari alternatif. Karena itu, website yang mobile friendly merupakan bagian dari kualitas pengalaman pelanggan secara digital.

Google juga menggunakan versi mobile situs dalam proses mobile-first indexing, sehingga memastikan konten dan fungsi penting tersedia dengan baik di versi mobile merupakan praktik yang penting.

Checklist Cara Membuat Website Mobile Friendly

Sebelum website dipublikasikan, gunakan checklist berikut:

Layout

  • Tidak ada horizontal scrolling.
  • Kolom menyesuaikan layar.
  • Tidak ada elemen yang terpotong.

Typography

  • Teks nyaman dibaca.
  • Heading tidak terlalu besar.
  • Kontras teks jelas.
  • Jarak antarbaris nyaman.

Tombol

  • Tombol mudah ditekan.
  • Jarak antar tombol cukup.
  • CTA mudah ditemukan.

Navigasi

  • Menu mudah digunakan.
  • Struktur tidak terlalu rumit.
  • Pengunjung dapat menemukan halaman penting.

Media

  • Gambar responsive.
  • File gambar tidak terlalu berat.
  • Video tidak merusak layout.

Form

  • Input mudah digunakan.
  • Jumlah kolom tidak berlebihan.
  • Tombol submit mudah ditemukan.

Performa

  • Halaman tidak terlalu berat.
  • Gambar sudah dioptimalkan.
  • Script yang tidak diperlukan dikurangi.

Pengujian

  • Diuji langsung melalui smartphone.
  • Diuji pada beberapa ukuran layar.
  • Halaman penting sudah diperiksa.

FAQ

Apa cara paling mudah membuat website mobile friendly?

Mulailah dengan menggunakan responsive layout, mengatur ukuran teks yang nyaman, memperbesar area tombol, mengoptimalkan gambar, menyederhanakan navigasi, dan menguji website langsung melalui smartphone.

Apakah website responsive otomatis mobile friendly?

Tidak selalu. Responsive design membantu layout menyesuaikan ukuran layar, tetapi mobile friendly juga mencakup navigasi, ukuran tombol, typography, kecepatan, formulir, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Apakah website lama bisa dibuat mobile friendly?

Bisa. Jika masalahnya hanya pada beberapa elemen, perbaikan dapat dilakukan pada CSS, layout, gambar, atau komponen tertentu. Namun, jika struktur website sudah terlalu lama dan sulit dikembangkan, redesign mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat.

Kenapa tombol website sulit digunakan di HP?

Kemungkinan ukuran tombol terlalu kecil atau jarak antar elemen yang dapat diklik terlalu dekat. Pada perangkat mobile, pengguna berinteraksi menggunakan jari sehingga area interaksi perlu diperhatikan.

Bagaimana cara mengetahui website sudah mobile friendly?

Coba gunakan langsung melalui smartphone dan lakukan pengujian pada halaman penting. Anda juga dapat menggunakan tools seperti PageSpeed Insights untuk membantu mengevaluasi performa dan beberapa masalah teknis. Panduan pengecekan lengkap juga tersedia pada artikel Akubi tentang cara cek website mobile friendly.

Kesimpulan

Memahami cara membuat website mobile friendly bukan hanya tentang memastikan website dapat dibuka melalui smartphone. Website harus benar-benar nyaman digunakan. Mulailah dengan menggunakan layout responsive, memastikan teks mudah dibaca, memperhatikan ukuran tombol, menyederhanakan navigasi, mengoptimalkan gambar, memperbaiki pengalaman form, dan melakukan pengujian langsung melalui smartphone.

Dan jangan lupakan nomor 3: ukuran tombol dan jarak antar elemen. Bagian ini terlihat sederhana, tetapi sering dilewatkan karena website mungkin sudah tampak rapi secara visual. Padahal, jika pengguna kesulitan menekan tombol atau link, pengalaman mobile tetap terganggu. Website yang baik harus bekerja dengan nyaman di berbagai perangkat, bukan hanya terlihat bagus di layar desktop.

Jika bisnis Anda ingin memiliki website yang responsive, nyaman digunakan di smartphone, cepat, dan dirancang berdasarkan kebutuhan brand serta pengguna, Akubi dapat membantu melalui jasa pembuatan website profesional. Website dirancang bukan sekadar agar terlihat bagus, tetapi juga agar lebih mudah digunakan dan mendukung tujuan bisnis.

Referensi

Untuk memahami prinsip responsive dan mobile-friendly website, Google merekomendasikan pendekatan responsive web design serta pentingnya memastikan pengalaman dan konten website dapat diakses dengan baik pada perangkat mobile. Anda juga bisa mempelajarinya melalui video berikut: