Website Marketing: Pengertian, Strategi, dan Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis

website marketing

Memiliki website saja belum tentu membuat bisnis mendapatkan pelanggan. Website yang bagus tetapi tidak memiliki strategi pemasaran bisa saja hanya menjadi halaman online yang jarang dikunjungi. Di sinilah website marketing menjadi penting.

Website marketing merupakan pendekatan pemasaran yang menjadikan website sebagai bagian aktif dari proses menarik pengunjung, membangun kepercayaan, mendapatkan leads, hingga mendorong penjualan. Strateginya dapat melibatkan SEO, content marketing, iklan berbayar, media sosial, email marketing, hingga optimasi conversion.

Artinya, website bukan hanya tempat untuk menampilkan profil perusahaan. Website dapat menjadi pusat dari berbagai aktivitas digital marketing yang menghubungkan calon pelanggan dengan bisnis. Lalu, bagaimana cara menerapkan website marketing agar benar-benar membantu meningkatkan penjualan?

Apa Itu Website Marketing?

Secara sederhana, website marketing adalah strategi memanfaatkan website untuk memasarkan bisnis, produk, atau jasa kepada target audiens secara online. Website menjadi tempat calon pelanggan mendapatkan informasi sebelum mengambil keputusan. Misalnya seseorang melihat iklan bisnis di Instagram. Setelah tertarik, ia kemudian mencari nama perusahaan tersebut di Google dan membuka websitenya.

Di website, calon pelanggan dapat:

  • Mengenal perusahaan.
  • Melihat produk atau layanan.
  • Membaca informasi.
  • Melihat portfolio.
  • Membandingkan solusi.
  • Membaca artikel.
  • Menghubungi bisnis.
  • Mengisi formulir.
  • Melakukan pembelian.

Karena itu, website dapat berperan sebagai pusat informasi sekaligus bagian dari sales funnel. Website marketing juga tidak sama dengan sekadar memiliki website. Website harus diintegrasikan dengan aktivitas pemasaran lain agar dapat mendatangkan traffic dan mengubah pengunjung menjadi peluang bisnis.

Apa Bedanya Website Marketing dengan Digital Marketing?

Keduanya saling berkaitan, tetapi cakupannya berbeda. Digital marketing mencakup berbagai aktivitas pemasaran menggunakan channel digital, seperti:

  • Search engine.
  • Media sosial.
  • Email.
  • Website.
  • Iklan digital.
  • Marketplace.
  • Platform lainnya.

Sementara website marketing lebih berfokus pada bagaimana website digunakan sebagai bagian dari aktivitas pemasaran tersebut. Sebagai contoh:

Instagram → Website → Landing Page → WhatsApp → Sales

atau:

Google → Artikel → Halaman Layanan → Form → Leads

Dalam pola tersebut, media sosial atau Google berfungsi mendatangkan perhatian, sementara website menjadi tempat calon pelanggan mendapatkan informasi dan melakukan tindakan. Karena itu, website marketing sebaiknya tidak berdiri sendiri.

Mengapa Website Marketing Penting untuk Bisnis?

Ada beberapa alasan mengapa website dapat menjadi aset penting dalam strategi pemasaran.

1. Website Menjadi Pusat Informasi Bisnis

Media sosial memiliki format dan keterbatasan tertentu. Sementara website memberikan ruang yang jauh lebih besar untuk menjelaskan bisnis secara lengkap.

Anda dapat memiliki halaman:

  • Tentang Kami.
  • Produk.
  • Layanan.
  • Portfolio.
  • Case study.
  • Blog.
  • FAQ.
  • Kontak.

Informasi tersebut dapat disusun sesuai customer journey sehingga pengunjung tidak hanya mengenal bisnis, tetapi juga memahami alasan mengapa mereka harus memilihnya.

2. Membantu Membangun Kredibilitas

Calon pelanggan sering kali melakukan riset sebelum membeli. Mereka dapat melihat media sosial, membaca review, mencari nama perusahaan di Google, kemudian membuka website. Website yang profesional dapat membantu memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai bisnis. Namun, website tidak otomatis membuat bisnis terlihat kredibel.

Kualitas desain, informasi, portfolio, testimonial, keamanan, kecepatan, dan kemudahan penggunaan juga ikut memengaruhi pengalaman pengunjung.

3. Mendatangkan Traffic dari Google

Salah satu keuntungan website adalah kemampuannya mendapatkan pengunjung dari mesin pencari. Melalui SEO, bisnis dapat mengoptimalkan halaman dan kontennya agar lebih mudah ditemukan ketika orang mencari informasi yang relevan. Google menjelaskan bahwa SEO membantu search engine memahami konten website sekaligus membantu pengguna menemukan website melalui hasil pencarian. Misalnya bisnis menjual jasa pembuatan website.

Daripada hanya mengandalkan iklan, bisnis dapat membuat konten yang menjawab pencarian seperti:

  • Cara membuat website bisnis.
  • Berapa biaya website perusahaan?
  • Apa itu responsive website?
  • Cara memilih jasa pembuatan website.
  • Website seperti apa yang cocok untuk UMKM?

Konten tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi calon pelanggan.

Strategi Website Marketing yang Efektif

Website marketing bukan satu aktivitas tunggal. Hasil yang lebih baik biasanya diperoleh ketika beberapa strategi dijalankan secara terintegrasi.

1. Tentukan Tujuan Website

Sebelum menjalankan strategi, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai. Apakah website ditujukan untuk:

  • Meningkatkan brand awareness?
  • Mendapatkan leads?
  • Meningkatkan penjualan?
  • Mendapatkan konsultasi?
  • Meningkatkan booking?
  • Mendukung tim sales?

Tujuan tersebut akan menentukan struktur website dan strategi marketing yang digunakan. Misalnya tujuan utama adalah mendapatkan leads. Maka website harus memiliki CTA yang jelas, halaman layanan yang meyakinkan, formulir, dan jalur komunikasi yang mudah. Jangan sampai website memiliki traffic tinggi tetapi tidak memiliki mekanisme untuk mengubah pengunjung menjadi leads.

2. Optimalkan Website dengan SEO

SEO merupakan salah satu strategi penting dalam website marketing. Tujuannya adalah membantu website mendapatkan visibilitas ketika target audiens melakukan pencarian yang relevan.

SEO dapat mencakup:

  • Keyword research.
  • On-page SEO.
  • Technical SEO.
  • Internal linking.
  • Content optimization.
  • Struktur website.
  • Mobile friendliness.
  • Performance.
  • Link building.

Namun, SEO bukan sekadar memasukkan keyword sebanyak mungkin. Konten harus tetap dibuat untuk manusia dan menjawab kebutuhan pencari.

Google sendiri menekankan bahwa tidak ada trik rahasia yang otomatis membuat sebuah halaman mendapatkan posisi pertama. SEO lebih berkaitan dengan membantu search engine memahami konten dan membantu pengguna menemukan informasi yang relevan.

3. Buat Content Marketing

Website yang aktif menghasilkan konten memiliki lebih banyak peluang untuk ditemukan oleh calon pelanggan.

Konten dapat berupa:

  • Artikel blog.
  • Panduan.
  • Studi kasus.
  • Portfolio.
  • FAQ.
  • Video.
  • Infografis.
  • Landing page.

Misalnya bisnis menjual jasa desain website. Artikel yang dibuat tidak harus selalu berbicara tentang produknya. Bisnis dapat membahas:

Apa itu responsive design?

Kenapa website bisnis lambat?

Bagaimana cara membuat website profesional?

Bagaimana cara mengevaluasi website?

Konten seperti ini dapat menjangkau orang yang sedang berada pada tahap awal customer journey. Jika topiknya relevan dengan produk atau jasa yang ditawarkan, pengunjung tersebut kemudian dapat diarahkan menuju halaman layanan.

Agar konten tidak hanya dibuat secara rutin tetapi juga memiliki peluang lebih baik untuk ditemukan melalui mesin pencari, Anda dapat membaca panduan Cara Optimasi Konten Website agar Mudah Ranking.

4. Buat Landing Page yang Fokus pada Conversion

Tidak semua traffic sebaiknya diarahkan ke homepage. Untuk kampanye tertentu, landing page dapat menjadi pilihan yang lebih efektif. Misalnya Anda menjalankan iklan untuk:

Jasa Pembuatan Website Company Profile

Daripada mengarahkan pengunjung ke homepage yang memiliki banyak pilihan menu, Anda dapat membuat landing page khusus yang berisi:

  • Masalah yang dihadapi target audiens.
  • Solusi.
  • Benefit.
  • Portfolio.
  • Testimonial.
  • Harga atau penawaran.
  • FAQ.
  • CTA.

Semakin jelas tujuan halaman, semakin mudah pengunjung memahami tindakan yang diharapkan.

5. Gunakan CTA yang Jelas

Website marketing harus memberikan jalan bagi pengunjung untuk melakukan tindakan. CTA atau Call to Action dapat berupa:

  • Konsultasi Sekarang.
  • Minta Penawaran.
  • Hubungi Kami.
  • Jadwalkan Konsultasi.
  • Lihat Portfolio.
  • Download Proposal.
  • Pesan Sekarang.

CTA sebaiknya disesuaikan dengan tahap customer journey. Pengunjung yang baru pertama kali mengenal bisnis mungkin belum siap membeli. CTA seperti “Pelajari Layanan Kami” dapat lebih sesuai. Sementara pengunjung yang sudah memahami produk dapat diarahkan ke:

“Konsultasikan Kebutuhan Anda.”

6. Manfaatkan Media Sosial untuk Mengarahkan Traffic

Media sosial dan website seharusnya tidak berjalan secara terpisah. Media sosial dapat digunakan untuk mendapatkan perhatian, membangun engagement, dan mengarahkan audiens ke website.

Contohnya:

Instagram → Artikel Website

atau:

TikTok → Landing Page Produk

atau:

LinkedIn → Case Study Website

Dengan pola ini, konten media sosial tidak harus menjelaskan semuanya. Website dapat menjadi tempat untuk memberikan informasi yang lebih lengkap.

7. Gunakan Google Ads untuk Mendapatkan Traffic Lebih Cepat

SEO membutuhkan waktu. Jika bisnis ingin mendapatkan traffic secara lebih cepat, iklan berbayar seperti Google Ads dapat menjadi salah satu pilihan. Google Ads memungkinkan bisnis menargetkan pencarian yang relevan dengan produk atau jasa. Namun, iklan tidak akan otomatis menghasilkan penjualan hanya karena mendapatkan klik.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan:

Keyword → Iklan → Landing Page

Jika keyword tidak relevan, traffic akan buruk, iklan tidak menarik, CTR bisa rendah. Jika landing page tidak meyakinkan, conversion dapat rendah. Karena itu, website marketing harus melihat seluruh perjalanan tersebut, bukan hanya jumlah klik.

8. Optimalkan Kecepatan Website

Traffic yang berhasil didapatkan melalui SEO atau iklan akan kurang optimal jika website sulit digunakan. Website yang lambat dapat membuat pengunjung menunggu sebelum melihat informasi yang mereka cari. Performa juga harus diperhatikan terutama pada perangkat mobile.

Optimasi dapat mencakup:

  • Kompresi gambar.
  • Optimasi CSS.
  • Optimasi JavaScript.
  • Caching.
  • CDN.
  • Hosting.
  • Optimasi database.
  • Pengurangan script yang tidak diperlukan.

Kecepatan bukan satu-satunya faktor conversion, tetapi merupakan bagian penting dari pengalaman pengguna.

9. Pastikan Website Mobile Friendly

Pengunjung tidak selalu menggunakan laptop. Karena itu, website harus nyaman digunakan melalui smartphone.

Pastikan:

  • Teks mudah dibaca.
  • Tombol mudah ditekan.
  • Menu mudah digunakan.
  • Gambar responsive.
  • Form nyaman digunakan.
  • Tidak ada horizontal scrolling.
  • Loading tetap baik.

Jika ingin melakukan pengecekan secara praktis, Anda dapat membaca artikel Akubi tentang Cara Cek Website Mobile Friendly. Artikel tersebut dapat membantu pemilik website melakukan pengecekan awal sebelum melakukan optimasi lebih lanjut.

10. Bangun Internal Linking

Internal linking sering dianggap hanya sebagai teknik SEO. Padahal, internal link juga membantu pengunjung menemukan informasi yang relevan.

Misalnya artikel:

Website Marketing

dapat mengarah ke:

Cara Optimasi Konten Website

Kemudian artikel tersebut dapat mengarah ke halaman layanan. Dengan demikian, pengunjung tidak berhenti setelah membaca satu artikel. Mereka dapat terus menjelajahi website sesuai kebutuhan. Internal linking juga membantu search engine memahami hubungan antarhalaman dalam sebuah website.

11. Gunakan Data untuk Mengukur Hasil

Website marketing sebaiknya tidak dijalankan berdasarkan perasaan saja. Gunakan data untuk mengetahui apa yang terjadi. Beberapa metrik yang dapat dipantau:

  • Organic traffic.
  • Traffic dari iklan.
  • Keyword ranking.
  • CTR.
  • Leads.
  • Conversion rate.
  • Engagement.
  • Landing page performance.
  • Revenue.

Misalnya traffic meningkat 50%, tetapi leads tetap sama. Artinya masalah mungkin bukan lagi traffic.

Bisa jadi:

  • CTA kurang jelas.
  • Landing page kurang meyakinkan.
  • Penawaran tidak sesuai.
  • Form terlalu rumit.
  • Traffic tidak sesuai target audiens.

Dengan data, keputusan optimasi dapat dibuat lebih objektif.

Bagaimana Website Marketing Bisa Meningkatkan Penjualan?

Website marketing bekerja melalui beberapa tahap.

Tahap 1 — Mendapatkan perhatian

Calon pelanggan menemukan bisnis melalui:

Google → Social Media → Ads → Referral

Tahap 2 — Mengunjungi website

Mereka kemudian masuk ke website untuk mencari informasi.

Tahap 3 — Membangun kepercayaan

Pengunjung melihat:

  • Portfolio.
  • Testimonial.
  • Case study.
  • Informasi perusahaan.
  • Konten.
  • Produk atau layanan.

Tahap 4 — Conversion

Pengunjung melakukan tindakan:

WhatsApp → Form → Booking → Pembelian

Tahap 5 — Follow-up

Leads yang masuk kemudian diproses oleh tim sales. Jadi, website tidak harus “menjual” secara agresif di setiap halaman. Website harus membantu calon pelanggan bergerak dari tidak tahu → tahu → percaya → tertarik → mengambil tindakan.

Contoh Sederhana Strategi Website Marketing

Misalnya sebuah perusahaan menjual jasa renovasi rumah. Strateginya dapat dibuat seperti ini:

Google Search

↓

Artikel: Biaya Renovasi Rumah

↓

Landing Page Jasa Renovasi

↓

Portfolio

↓

Testimonial

↓

CTA Konsultasi

↓

WhatsApp

Dalam strategi tersebut, artikel berfungsi mendatangkan traffic. Landing page menjelaskan layanan. Portfolio dan testimonial membangun kepercayaan. CTA kemudian mengarahkan pengunjung menjadi leads. Inilah mengapa website marketing sebaiknya dipandang sebagai sebuah sistem, bukan sekadar aktivitas membuat website.

Kesalahan Website Marketing yang Sering Terjadi

Hanya Fokus Mendapatkan Traffic

Traffic memang penting. Tetapi traffic tanpa conversion tidak otomatis menghasilkan revenue.

Hanya Mengandalkan Media Sosial

Media sosial penting, tetapi bisnis sebaiknya memiliki aset digital yang dapat dikontrol sendiri. Website dapat menjadi pusat informasi yang menghubungkan berbagai channel.

Membuat Konten Tanpa Strategi

Rutin menerbitkan artikel tidak cukup. Setiap konten sebaiknya memiliki tujuan dan target audiens yang jelas.

Tidak Memiliki CTA

Pengunjung sudah tertarik, tetapi tidak tahu harus melakukan apa. Ini merupakan masalah yang sering terjadi pada website bisnis.

Tidak Mengukur Conversion

Jika hanya melihat jumlah visitor, bisnis tidak mengetahui apakah website benar-benar menghasilkan peluang.

Website Marketing Harus Terintegrasi dengan Sales

Marketing dan sales tidak seharusnya berjalan sendiri-sendiri. Website dapat membantu sales dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan calon pelanggan sebelum mereka berbicara dengan sales.

Misalnya:

  • Company profile.
  • Portfolio.
  • Harga.
  • FAQ.
  • Case study.
  • Dokumentasi.
  • Service page.

Dengan demikian, ketika calon pelanggan menghubungi sales, mereka sudah memiliki konteks mengenai bisnis. Hal ini dapat membuat proses komunikasi menjadi lebih efektif.

Bagaimana Memulai Website Marketing untuk Bisnis?

Tidak perlu menjalankan semua strategi sekaligus. Mulai dari fondasi.

Langkah 1 — Tentukan target audiens

Siapa yang ingin dijangkau?

Langkah 2 — Tentukan tujuan

Apakah ingin leads, penjualan, booking, atau awareness?

Langkah 3 — Audit website

Cari tahu apa yang sudah bagus dan apa yang perlu diperbaiki.

Langkah 4 — Perbaiki fondasi

Pastikan website:

  • Cepat.
  • Responsive.
  • Aman.
  • Mudah digunakan.
  • Memiliki struktur yang jelas.

Langkah 5 — Bangun konten

Buat konten berdasarkan kebutuhan dan pencarian target audiens.

Langkah 6 — Datangkan traffic

Gunakan SEO, social media, ads, email, atau channel lain yang relevan.

Langkah 7 — Optimalkan conversion

Perbaiki CTA, landing page, form, dan user journey.

Langkah 8 — Ukur dan evaluasi

Gunakan data untuk mengetahui apa yang perlu ditingkatkan.

Apakah Website Marketing Cocok untuk Semua Bisnis?

Pada dasarnya, hampir semua bisnis dapat memanfaatkan website sebagai bagian dari strategi digital. Namun, bentuk strateginya berbeda. UMKM mungkin lebih fokus pada:

  • Local SEO.
  • WhatsApp.
  • Landing page.
  • Google Business Profile.

Perusahaan B2B dapat lebih fokus pada:

  • SEO.
  • Case study.
  • Company profile.
  • Lead generation.
  • Content marketing.

E-commerce lebih fokus pada:

  • Product page.
  • SEO produk.
  • Conversion rate.
  • Retargeting.
  • Promotional campaign.

Jadi, tidak ada satu formula website marketing yang cocok untuk semua bisnis. Strateginya harus mengikuti produk, target audiens, customer journey, dan tujuan bisnis.

FAQ Website Marketing

Apa itu website marketing?

Website marketing adalah strategi menggunakan website sebagai bagian dari aktivitas pemasaran untuk menarik pengunjung, membangun kepercayaan, mendapatkan leads, dan mendorong penjualan.

Apakah website marketing sama dengan SEO?

Tidak. SEO merupakan salah satu bagian dari website marketing. Strategi website marketing juga dapat melibatkan content marketing, iklan, media sosial, email marketing, dan conversion optimization.

Apakah website bisa meningkatkan penjualan?

Bisa, tetapi website bukan jaminan penjualan secara otomatis. Hasilnya bergantung pada kualitas traffic, penawaran, pengalaman pengguna, CTA, conversion flow, dan proses sales.

Apakah website marketing membutuhkan iklan?

Tidak selalu. Website dapat mendapatkan traffic melalui SEO, content marketing, social media, referral, email, dan channel lainnya. Iklan dapat digunakan ketika bisnis membutuhkan traffic berbayar.

Berapa lama website marketing menghasilkan hasil?

Waktunya berbeda-beda tergantung strategi. SEO dan content marketing biasanya membutuhkan waktu untuk membangun visibilitas, sedangkan iklan dapat mendatangkan traffic lebih cepat. Namun, traffic dan conversion tetap perlu dievaluasi secara berkala.

Apa yang harus diperbaiki terlebih dahulu?

Mulailah dari fondasi website, seperti struktur, mobile experience, kecepatan, konten, CTA, dan tracking. Setelah itu, pilih channel pemasaran yang paling sesuai dengan target bisnis.

Kesimpulan

Website marketing bukan sekadar aktivitas mempromosikan sebuah website. Konsepnya adalah menjadikan website sebagai bagian aktif dari sistem pemasaran bisnis. Website dapat menjadi tempat calon pelanggan menemukan informasi, memahami produk atau layanan, membangun kepercayaan, hingga mengambil tindakan.

Untuk menjalankannya, bisnis dapat menggabungkan berbagai strategi seperti SEO, content marketing, social media, Google Ads, landing page, CTA, email marketing, dan conversion optimization. Namun, strategi tersebut harus memiliki tujuan yang jelas. Jangan hanya mengejar traffic jika tujuan akhirnya adalah mendapatkan leads. Jangan hanya mengejar ranking jika halaman yang dikunjungi tidak mampu menjelaskan penawaran. Dan jangan hanya membuat website terlihat bagus jika pengunjung tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah membukanya.

Website marketing yang efektif menghubungkan traffic, konten, pengalaman pengguna, conversion, dan data menjadi satu sistem. Pada akhirnya, website yang baik bukan hanya website yang banyak dikunjungi, tetapi website yang mampu membantu bisnis mendapatkan peluang dan pelanggan.

Jika bisnis Anda membutuhkan jasa pembuatan website profesional hasilkan leads, website sebaiknya dirancang sejak awal bukan hanya sebagai company profile, tetapi sebagai bagian dari strategi pemasaran yang memiliki struktur, konten, CTA, SEO, dan conversion flow yang jelas.

Referensi

Google menjelaskan bahwa digital marketing mencakup berbagai aktivitas untuk menjangkau audiens melalui platform digital, termasuk SEO, social media, email, dan advertising. Untuk pemahaman mengenai bagaimana Google menemukan, mengindeks, dan menampilkan halaman website, Anda dapat merujuk pada Google Search Central – How Search Works.

Berikut video penjelasan strategi website marketing yang bisa disimak: