
Saat ini, website tidak hanya diakses melalui laptop atau komputer. Banyak pengunjung menggunakan smartphone untuk mencari informasi, membaca artikel, melihat produk, menghubungi bisnis, hingga melakukan pembelian. Karena itu, memastikan website nyaman digunakan pada perangkat mobile menjadi bagian penting dalam pengembangan website modern. Namun, bagaimana cara mengetahui apakah sebuah website sudah benar-benar mobile friendly?
Kabar baiknya, Anda tidak harus menggunakan tools berbayar untuk melakukan pengecekan. Ada beberapa tools gratis yang dapat membantu melihat bagaimana performa dan tampilan website ketika diakses melalui perangkat mobile. Dengan memahami cara cek website mobile friendly, pemilik bisnis dapat menemukan masalah seperti teks terlalu kecil, tombol sulit ditekan, layout keluar dari layar, gambar terlalu besar, hingga halaman yang membutuhkan waktu lama untuk dimuat.
Artikel ini akan membahas cara melakukan pengecekan secara praktis serta hal-hal yang perlu diperhatikan setelah hasil pengujian ditemukan.
Apa Itu Website Mobile Friendly?
Website mobile friendly adalah website yang dirancang agar dapat digunakan dengan nyaman pada perangkat mobile seperti smartphone dan tablet. Website tidak cukup hanya “bisa dibuka” melalui smartphone.
Pengunjung juga harus dapat:
- Membaca teks dengan nyaman.
- Melihat seluruh konten tanpa scrolling horizontal.
- Menekan tombol dengan mudah.
- Menggunakan menu navigasi.
- Mengisi formulir.
- Melihat gambar dengan baik.
- Mengakses halaman dengan cepat.
Dengan kata lain, mobile friendly berkaitan dengan keseluruhan pengalaman pengguna ketika mengakses website melalui perangkat dengan layar yang lebih kecil. Website yang tampil sempurna di desktop belum tentu memberikan pengalaman yang sama di smartphone.
Kenapa Website Mobile Friendly Penting?
Smartphone membuat cara orang mengakses internet berubah. Seseorang dapat menemukan website bisnis ketika sedang berada di perjalanan, mencari produk melalui Google, atau membuka link dari media sosial. Jika website tidak nyaman digunakan, kemungkinan pengunjung meninggalkan halaman menjadi lebih besar. Contohnya, pengunjung menemukan website melalui Google lalu membukanya menggunakan smartphone. Namun, ketika halaman muncul:
- Teks terlalu kecil.
- Menu tidak terlihat jelas.
- Tombol terlalu kecil.
- Gambar terpotong.
- Halaman harus digeser ke kiri dan kanan.
Pengalaman seperti ini dapat membuat pengunjung kehilangan kepercayaan terhadap website. Karena itu, mobile friendly bukan hanya masalah teknis, tetapi juga bagian dari user experience dan kualitas website secara keseluruhan.
Cara Cek Website Mobile Friendly dengan Mudah
Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk melakukan pengecekan. Cara paling praktis adalah menggunakan kombinasi pengujian langsung melalui smartphone dan tools seperti Google PageSpeed Insights. Jangan hanya mengandalkan satu metode.
Tools dapat membantu menemukan masalah teknis, sementara pengujian langsung membantu melihat pengalaman pengguna yang sebenarnya.
1. Cek Langsung Menggunakan Smartphone
Cara paling sederhana adalah membuka website menggunakan smartphone. Masukkan URL website ke browser kemudian perhatikan bagaimana halaman ditampilkan. Coba lakukan beberapa aktivitas:
- Buka homepage.
- Buka menu navigasi.
- Scroll halaman.
- Buka halaman layanan.
- Klik tombol CTA.
- Isi formulir jika tersedia.
- Buka artikel.
- Coba gunakan fitur utama website.
Kemudian perhatikan apakah ada masalah.
Periksa teks
Apakah tulisan cukup besar untuk dibaca tanpa melakukan zoom?
Periksa tombol
Apakah tombol mudah ditekan menggunakan jari?
Periksa layout
Apakah seluruh konten berada di dalam lebar layar?
Periksa navigasi
Apakah menu mudah ditemukan dan digunakan?
Periksa formulir
Apakah input field mudah digunakan melalui keyboard smartphone?, Pengujian sederhana ini sering kali dapat menemukan masalah yang tidak terlihat ketika website hanya diperiksa melalui desktop.
2. Gunakan Google PageSpeed Insights
Cara berikutnya adalah menggunakan Google PageSpeed Insights. Tools ini gratis dan dapat digunakan untuk menganalisis performa halaman pada perangkat mobile maupun desktop.
Caranya cukup sederhana:
- Buka PageSpeed Insights.
- Masukkan URL website.
- Klik Analyze.
- Tunggu hingga analisis selesai.
- Pilih hasil untuk perangkat Mobile.
- Periksa bagian performance dan rekomendasi.
PageSpeed Insights dapat memberikan informasi mengenai berbagai aspek performa halaman. Namun, jangan hanya melihat angka skor. Perhatikan juga rekomendasi dan metrik yang muncul.
3. Periksa Core Web Vitals di Mobile
Ketika melakukan pengecekan melalui PageSpeed Insights, Anda juga akan menemukan metrik yang berkaitan dengan pengalaman pengguna. Salah satunya adalah Core Web Vitals. Beberapa metrik utama yang perlu diperhatikan adalah:
- LCP (Largest Contentful Paint) untuk melihat loading konten utama.
- INP (Interaction to Next Paint) untuk melihat responsivitas interaksi.
- CLS (Cumulative Layout Shift) untuk melihat stabilitas visual.
Ketiganya membantu memberikan gambaran apakah halaman memberikan pengalaman yang baik ketika digunakan. Namun, Core Web Vitals bukan satu-satunya hal yang menentukan apakah website nyaman digunakan di mobile. Website dapat memiliki metrik yang baik tetapi tetap memiliki masalah usability.
Jika ingin memahami lebih jauh mengenai metrik tersebut, Anda dapat membaca artikel Akubi tentang Core Web Vitals Website: Kenapa Sangat Penting untuk SEO?.
4. Periksa Apakah Ada Horizontal Scrolling
Salah satu tanda paling mudah bahwa website memiliki masalah responsive adalah munculnya horizontal scrolling. Coba buka website menggunakan smartphone. Kemudian scroll ke bawah. Jika layar harus digeser ke kanan atau kiri untuk melihat sebagian konten, kemungkinan terdapat elemen yang memiliki ukuran lebih besar daripada viewport.
Penyebabnya dapat berupa:
- Gambar terlalu lebar.
- Tabel tidak responsive.
- Container memiliki fixed width.
- Video terlalu besar.
- CSS bermasalah.
- Elemen tertentu menggunakan ukuran pixel yang tidak fleksibel.
Masalah seperti ini perlu diperbaiki karena dapat membuat pengalaman mobile menjadi tidak nyaman.
5. Periksa Ukuran Teks
Teks yang terlalu kecil dapat membuat pengunjung harus memperbesar halaman secara manual. Website mobile friendly seharusnya memiliki tipografi yang tetap nyaman dibaca pada layar kecil.
Periksa:
- Ukuran body text.
- Ukuran heading.
- Line height.
- Jarak antarparagraf.
- Kontras teks dan background.
Jangan hanya mengandalkan ukuran font di desktop. Font yang terlihat ideal pada layar 24 inci belum tentu nyaman ketika dibaca melalui smartphone.
6. Periksa Ukuran Tombol dan Link
Pengguna smartphone berinteraksi menggunakan jari, bukan mouse. Karena itu, tombol dan link perlu memiliki area interaksi yang cukup.
Contohnya:
Kurang ideal:
Klik di sini
Jika ukurannya sangat kecil dan diletakkan terlalu dekat dengan link lain, pengguna dapat kesulitan menekannya. Sebaliknya, tombol CTA dengan area yang lebih jelas akan lebih mudah digunakan.
Periksa terutama:
- Tombol CTA.
- Menu navigasi.
- Tombol WhatsApp.
- Form button.
- Link di dalam artikel.
Pastikan elemen yang dapat diklik tidak terlalu berdekatan satu sama lain.
7. Periksa Menu Navigasi
Navigasi desktop dan mobile biasanya membutuhkan pendekatan yang berbeda. Menu yang terlihat jelas pada desktop mungkin tidak cocok ditampilkan dengan cara yang sama pada smartphone. Pada mobile, menu biasanya menggunakan hamburger menu atau pola navigasi yang lebih ringkas. Ketika melakukan pengecekan, coba buka dan tutup menu beberapa kali.
Pastikan:
- Menu mudah ditemukan.
- Tombol menu cukup besar.
- Semua item dapat dibaca.
- Dropdown dapat digunakan.
- Menu tidak menutupi konten secara tidak sengaja.
- Pengguna dapat kembali ke halaman sebelumnya.
Navigasi yang baik membantu pengunjung menemukan informasi tanpa merasa tersesat.
8. Periksa Formulir
Form merupakan bagian penting bagi banyak website bisnis.
Misalnya:
- Form kontak.
- Form konsultasi.
- Form pendaftaran.
- Form permintaan quotation.
- Form pembelian.
Coba isi formulir melalui smartphone.
Perhatikan apakah:
- Input field mudah dipilih.
- Keyboard tidak menutupi field.
- Label mudah dibaca.
- Tombol submit mudah ditekan.
- Error message terlihat jelas.
- Form tidak terlalu panjang.
Form yang sulit digunakan dapat menyebabkan calon pelanggan berhenti sebelum mengirimkan inquiry.
9. Periksa Gambar dan Video
Media visual dapat membuat website lebih menarik, tetapi juga dapat menjadi sumber masalah pada mobile. Gambar yang terlalu besar dapat meningkatkan ukuran halaman. Video background juga dapat membutuhkan resource yang besar.
Karena itu, periksa apakah:
- Gambar mengikuti ukuran layar.
- Tidak ada gambar yang terpotong secara tidak sengaja.
- Video tidak menyebabkan layout bermasalah.
- Gambar sudah dikompresi.
- Media tidak membuat halaman terlalu berat.
Optimasi media menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman mobile. Untuk memahami optimasi performa secara lebih luas, Anda juga dapat membaca Cara Mempercepat Website Modern.
10. Cek Website pada Beberapa Ukuran Layar
Website responsive tidak hanya harus terlihat bagus pada satu jenis smartphone. Ukuran layar perangkat berbeda-beda. Karena itu, lakukan pengujian pada beberapa ukuran layar jika memungkinkan.
Contohnya:
- Smartphone kecil.
- Smartphone standar.
- Smartphone besar.
- Tablet.
- Laptop.
Anda juga dapat menggunakan fitur device emulation di browser seperti Chrome DevTools untuk melihat bagaimana halaman ditampilkan pada berbagai ukuran viewport. Tetapi ingat, simulasi browser tidak sepenuhnya menggantikan pengujian pada perangkat fisik.
11. Gunakan Chrome DevTools
Bagi pengguna yang memiliki sedikit pemahaman teknis, Chrome DevTools dapat digunakan untuk melakukan pengecekan responsive.
Caranya:
- Buka website menggunakan Google Chrome.
- Klik kanan pada halaman.
- Pilih Inspect.
- Klik ikon perangkat mobile atau gunakan mode device toolbar.
- Pilih ukuran perangkat.
- Periksa tampilan website.
Dari sini Anda dapat mencoba berbagai ukuran layar. Jika layout tiba-tiba rusak ketika viewport diperkecil, kemungkinan terdapat masalah responsive yang perlu diperbaiki.
12. Periksa Kecepatan pada Jaringan Mobile
Website yang cepat pada Wi-Fi kantor belum tentu terasa cepat ketika dibuka menggunakan jaringan mobile. Karena kondisi jaringan pengguna berbeda-beda, website perlu dirancang agar tetap efisien.
Periksa:
- Ukuran halaman.
- Jumlah request.
- Ukuran gambar.
- JavaScript.
- CSS.
- Font.
- Third-party scripts.
Semakin banyak resource yang harus diunduh, semakin besar kemungkinan pengguna dengan koneksi lambat mengalami loading yang lebih lama.
Ciri-Ciri Website Belum Mobile Friendly
Setelah mengetahui cara cek website mobile friendly, Anda juga perlu mengetahui tanda-tanda website yang belum optimal. Beberapa cirinya antara lain:
1. Harus melakukan zoom
Pengunjung perlu memperbesar halaman agar teks bisa dibaca.
2. Ada horizontal scrolling
Konten keluar dari batas layar.
3. Tombol terlalu kecil
Pengguna sulit menekan CTA atau link.
4. Menu sulit digunakan
Navigasi desktop dipaksakan ke tampilan mobile.
5. Gambar keluar dari layar
Media tidak mengikuti ukuran viewport.
6. Loading terlalu lama
Resource halaman terlalu berat.
7. Layout bergeser
Elemen berpindah ketika halaman sedang dimuat.
8. Form tidak nyaman
Input sulit digunakan melalui smartphone.
Jika beberapa masalah tersebut ditemukan sekaligus, website kemungkinan membutuhkan optimasi responsive dan mobile experience.
Apakah Mobile Friendly Sama dengan Responsive?
Keduanya berkaitan, tetapi tidak sepenuhnya sama. Responsive design merupakan pendekatan teknis untuk membuat layout menyesuaikan berbagai ukuran layar. Sementara mobile friendly lebih luas karena menyangkut pengalaman pengguna ketika menggunakan website melalui perangkat mobile. Website dapat responsive secara teknis, tetapi belum tentu nyaman digunakan.
Misalnya, semua elemen memang menyesuaikan ukuran layar, tetapi:
- Tombol terlalu kecil.
- Font sulit dibaca.
- Menu membingungkan.
- Form terlalu panjang.
- Loading sangat lambat.
Karena itu, responsive design adalah salah satu bagian dari website mobile friendly.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Website Tidak Mobile Friendly?
Jangan langsung membuat website baru. Pertama, identifikasi sumber masalahnya. Jika masalah hanya terdapat pada beberapa bagian, perbaikannya mungkin cukup dilakukan pada CSS, layout, gambar, atau komponen tertentu. Namun jika masalahnya sudah menyangkut struktur website secara keseluruhan, redesign dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Beberapa perbaikan yang dapat dilakukan:
- Menggunakan responsive layout.
- Memperbaiki ukuran typography.
- Mengoptimalkan gambar.
- Memperbaiki menu mobile.
- Mengoptimalkan tombol CTA.
- Memperbaiki form.
- Mengurangi resource yang tidak diperlukan.
- Meningkatkan performa server.
- Memperbaiki struktur halaman.
Jika website sudah lama dan banyak masalah visual maupun usability, Anda juga dapat melakukan audit tampilan website sebelum menentukan apakah cukup diperbaiki atau membutuhkan redesign.
Checklist Website Mobile Friendly
Gunakan checklist berikut ketika melakukan pengecekan:
- Website dapat dibuka dengan baik di smartphone.
- Tidak ada horizontal scrolling.
- Teks mudah dibaca.
- Tombol mudah ditekan.
- Menu mudah digunakan.
- Gambar responsive.
- Video tidak merusak layout.
- Form mudah diisi.
- CTA mudah ditemukan.
- Website tidak terlalu berat.
- Layout tidak bergeser secara berlebihan.
- Website diuji pada beberapa ukuran layar.
- Performa mobile sudah diperiksa.
- Core Web Vitals diperhatikan.
Semakin banyak poin yang terpenuhi, semakin baik pengalaman mobile yang diberikan website.
FAQ
Bagaimana cara cek website mobile friendly secara gratis?
Anda dapat mengecek website langsung melalui smartphone, menggunakan Google PageSpeed Insights, atau menggunakan Chrome DevTools untuk mensimulasikan berbagai ukuran layar.
Apakah Google memiliki tools untuk mengecek website mobile friendly?
Google menyediakan berbagai tools untuk menganalisis pengalaman dan performa halaman, salah satunya PageSpeed Insights. Hasilnya dapat digunakan untuk menemukan berbagai masalah yang memengaruhi pengalaman pengguna mobile.
Apakah website responsive otomatis mobile friendly?
Tidak selalu. Responsive design membantu website menyesuaikan layout dengan ukuran layar, tetapi pengalaman mobile juga dipengaruhi ukuran teks, tombol, navigasi, form, performa, dan aspek usability lainnya.
Kenapa website terlihat bagus di laptop tetapi berantakan di HP?
Kemungkinan terdapat masalah pada responsive layout, fixed width, gambar, CSS, atau komponen tertentu yang belum dirancang untuk layar kecil.
Apakah website mobile friendly penting untuk SEO?
Pengalaman pengguna pada perangkat mobile merupakan bagian penting dalam pengembangan website modern. Selain itu, Google menggunakan versi mobile dari konten untuk indexing dan ranking melalui mobile-first indexing.
Apakah website lama bisa dibuat mobile friendly?
Bisa. Tergantung kondisi website, perbaikan dapat dilakukan melalui optimasi responsive design dan layout. Jika struktur website sudah terlalu lama atau sulit dikembangkan, redesign mungkin menjadi pilihan yang lebih tepat.
Kesimpulan
Memahami cara cek website mobile friendly membantu pemilik bisnis mengetahui apakah website benar-benar nyaman digunakan melalui smartphone. Pengecekan tidak harus dilakukan menggunakan tools berbayar. Anda dapat memulai dengan membuka website secara langsung melalui smartphone, kemudian menggunakan Google PageSpeed Insights dan Chrome DevTools untuk mendapatkan informasi yang lebih detail.
Periksa bukan hanya apakah website bisa dibuka, tetapi juga bagaimana pengalaman pengguna ketika membaca konten, membuka menu, menekan tombol, mengisi formulir, dan berpindah halaman. Perhatikan pula performa mobile, ukuran gambar, Core Web Vitals, responsive layout, dan stabilitas halaman.
Jika ditemukan masalah, lakukan perbaikan berdasarkan prioritas. Website tidak harus langsung dibangun ulang hanya karena memiliki beberapa masalah mobile. Namun, apabila masalah sudah menyangkut struktur, UX, performa, dan tampilan secara keseluruhan, evaluasi yang lebih mendalam atau redesign dapat menjadi solusi.
Website yang mobile friendly pada akhirnya bukan hanya terlihat bagus di smartphone. Website harus mudah digunakan, cepat, jelas, dan mampu membantu pengunjung mencapai tujuan mereka.
Jika bisnis membutuhkan jasa pembuatan website profesional custom yang sejak awal memperhatikan responsive design, UX, performa, dan kebutuhan bisnis, proses pengembangan sebaiknya dirancang dengan pendekatan mobile-first atau setidaknya memastikan pengalaman mobile menjadi bagian utama dalam proses desain dan development.
Referensi
Untuk pengujian performa halaman, Anda dapat menggunakan Google PageSpeed Insights. Untuk memahami bagaimana Google menggunakan versi mobile dalam proses indexing, referensi resmi dapat dilihat melalui Google Search Central – Mobile-First Indexing pada video berikut: