7 Ciri Tampilan Website Keren yang Bikin Pengunjung Betah

Tampilan Website Keren

Kesan pertama terhadap sebuah bisnis bisa terbentuk hanya dalam beberapa detik setelah seseorang membuka website. Ketika pengunjung melihat tampilan yang rapi, modern, dan sesuai dengan karakter bisnis, mereka akan lebih mudah merasa percaya. Sebaliknya, website yang terlihat berantakan, terlalu ramai, atau sudah ketinggalan zaman dapat membuat calon pelanggan pergi sebelum membaca informasi lebih jauh.

Namun, tampilan website keren bukan berarti harus menggunakan animasi berlebihan, warna mencolok, atau desain yang mengikuti semua tren terbaru. Website yang benar-benar menarik justru mampu menggabungkan visual, usability, branding, dan pengalaman pengguna secara seimbang. Desain yang keren harus membantu pengunjung memahami informasi, menemukan apa yang mereka cari, dan melakukan tindakan yang diharapkan.

Lalu, seperti apa ciri-ciri tampilan website yang benar-benar menarik dan membuat pengunjung betah, berikut tujuh hal yang perlu diperhatikan.

Apa yang Dimaksud Tampilan Website Keren?

Secara sederhana, tampilan website keren adalah tampilan yang mampu memberikan kesan visual menarik sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang baik. Artinya, website tidak cukup hanya terlihat bagus ketika pertama kali dibuka. Pengunjung juga harus merasa nyaman ketika:

  • Membaca informasi.
  • Membuka menu.
  • Berpindah halaman.
  • Melihat gambar.
  • Menggunakan smartphone.
  • Mencari produk atau layanan.
  • Menghubungi bisnis.

Desain yang menarik dan pengalaman pengguna yang baik harus berjalan bersama. Karena itu, website yang minimalis dan sederhana bisa saja terlihat lebih profesional dibandingkan website yang penuh efek visual. Kuncinya bukan pada seberapa banyak elemen desain yang digunakan, tetapi seberapa tepat elemen tersebut digunakan.

1. Memiliki Visual yang Konsisten

Salah satu ciri tampilan website keren adalah adanya konsistensi visual di seluruh halaman. Bayangkan sebuah website menggunakan warna biru pada homepage, hijau pada halaman layanan, merah pada halaman kontak, dan berbagai gaya tombol yang berbeda. Meskipun masing-masing bagian mungkin terlihat menarik, keseluruhannya dapat terasa tidak terarah. Website profesional sebaiknya memiliki sistem visual yang konsisten.

Beberapa elemen yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Warna utama.
  • Warna sekunder.
  • Typography.
  • Bentuk tombol.
  • Gaya icon.
  • Border radius.
  • Spacing.
  • Gaya gambar.
  • Heading.
  • Card dan komponen UI.

Konsistensi membantu pengunjung merasa bahwa seluruh halaman merupakan bagian dari satu brand. Selain itu, visual yang konsisten juga membuat website terlihat lebih terencana. Brand tidak hanya hadir melalui logo. Warna, typography, imagery, dan gaya layout juga ikut membentuk identitas digital sebuah bisnis.

2. Memiliki Layout yang Bersih dan Tidak Berlebihan

Website yang keren tidak harus penuh dengan elemen. Justru salah satu karakter desain website modern adalah kemampuan menggunakan ruang secara efektif. White space atau ruang kosong membantu memisahkan satu informasi dengan informasi lainnya. Tanpa white space yang cukup, halaman dapat terlihat terlalu padat dan membuat pengunjung kesulitan menentukan bagian mana yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Contohnya, sebuah homepage dapat memiliki:

Headline

↓

Penjelasan singkat

↓

CTA

↓

Benefit

↓

Portfolio

↓

Testimonial

Setiap bagian memiliki ruang yang cukup sehingga mata pengunjung dapat berpindah dari satu informasi ke informasi berikutnya. Layout seperti ini biasanya terasa lebih nyaman dibandingkan halaman yang mencoba memasukkan terlalu banyak informasi dalam satu area. Jadi, jangan takut memiliki ruang kosong. Dalam desain website, ruang kosong bukan berarti ruang yang terbuang.

3. Memiliki Hero Section yang Menarik

Hero section adalah bagian pertama yang biasanya dilihat ketika pengunjung membuka homepage. Karena posisinya sangat penting, hero section harus mampu menjawab pertanyaan utama pengunjung:

Bisnis ini menawarkan apa?

Apa manfaatnya bagi saya?

Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?

Hero section yang baik biasanya memiliki:

  • Headline yang jelas.
  • Subheadline yang menjelaskan value.
  • Visual yang relevan.
  • CTA yang mudah ditemukan.
  • Hierarki informasi yang jelas.

Misalnya website perusahaan jasa tidak harus menggunakan headline seperti:

Welcome to Our Website

Kalimat tersebut tidak memberikan banyak informasi. Lebih baik headline langsung menjelaskan value:

Website Profesional untuk Bisnis yang Ingin Tumbuh

Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai layanan dan CTA. Dengan begitu, pengunjung tidak perlu menebak-nebak apa yang ditawarkan perusahaan.

4. Typography Mudah Dibaca

Typography sering dianggap hanya sebagai elemen dekorasi. Padahal, font memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman pengguna. Website dapat terlihat sangat modern, tetapi jika font terlalu kecil, terlalu tipis, atau memiliki kontras yang rendah, pengunjung akan kesulitan membaca. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Ukuran font

Body text harus cukup besar agar nyaman dibaca.

Line height

Jarak antarbaris perlu memberikan ruang yang cukup agar paragraf tidak terasa sesak.

Hierarki

H1, H2, H3, dan body text harus memiliki perbedaan yang jelas.

Kontras

Warna teks harus memiliki kontras yang cukup dengan background.

Jumlah font

Menggunakan terlalu banyak jenis font dapat membuat desain terasa tidak konsisten.

Prinsip usability seperti readability dan consistency merupakan bagian penting dalam menciptakan interface yang mudah digunakan. Untuk referensi lebih mendalam mengenai prinsip usability, Anda dapat melihat panduan Nielsen Norman Group – 10 Usability Heuristics. Jadi, font yang bagus bukan hanya font yang terlihat keren. Font yang bagus adalah font yang membantu pengunjung membaca dan memahami informasi.

5. Memiliki Navigasi yang Sederhana

Website yang keren tetapi sulit digunakan tetap merupakan website yang buruk. Pengunjung datang ke website karena ingin mendapatkan informasi. Mereka tidak seharusnya membutuhkan waktu lama hanya untuk menemukan halaman layanan, portfolio, atau kontak.

Navigasi yang baik harus:

  • Mudah ditemukan.
  • Mudah dipahami.
  • Konsisten.
  • Tidak terlalu kompleks.
  • Memiliki struktur yang logis.

Misalnya website company profile memiliki menu:

Home | About | Services | Portfolio | Blog | Contact

Struktur tersebut mungkin sudah cukup untuk sebagian bisnis. Tidak perlu membuat menu dengan terlalu banyak kategori apabila informasi tersebut sebenarnya dapat dikelompokkan.

Selain itu, CTA penting seperti Konsultasi, Hubungi Kami, atau Minta Penawaran dapat dibuat lebih menonjol dibandingkan menu biasa. Navigasi yang sederhana membantu pengunjung memahami struktur website tanpa harus berpikir terlalu keras.

6. Tampil Sempurna di Smartphone

Website yang hanya terlihat keren di desktop belum cukup. Saat ini pengunjung dapat membuka website menggunakan berbagai perangkat, mulai dari smartphone hingga tablet dan desktop. Karena itu, desain harus mampu beradaptasi dengan ukuran layar.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tampilan mobile:

  • Teks tetap mudah dibaca.
  • Tombol mudah ditekan.
  • Menu mudah digunakan.
  • Gambar tidak terpotong.
  • Tidak ada horizontal scrolling.
  • Form nyaman digunakan.
  • Spacing tetap proporsional.

Website yang terlihat bagus di laptop tetapi berantakan di smartphone tentu belum dapat disebut memiliki desain yang benar-benar baik. Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai pentingnya tampilan website pada berbagai perangkat, Anda dapat membaca artikel Akubi Website di Semua Perangkat: Penting untuk Bisnis Modern.

Responsive design seharusnya dipikirkan sejak tahap desain, bukan baru diperbaiki setelah website selesai dibuat.

7. Memiliki CTA yang Jelas

Website bisnis memiliki tujuan. Tujuannya bisa berupa mendapatkan leads, menjual produk, menerima booking, mendapatkan konsultasi, atau mengarahkan pengunjung ke channel tertentu.

Karena itu, website yang keren seharusnya tidak hanya membuat pengunjung berkata:

“Wah, bagus.”

Tetapi juga membuat mereka tahu:

“Saya harus melakukan apa sekarang?”

Di sinilah CTA berperan.

CTA dapat berupa:

  • Konsultasi Sekarang.
  • Minta Penawaran.
  • Hubungi Kami.
  • Lihat Portfolio.
  • Pesan Sekarang.
  • Jadwalkan Meeting.
  • Pelajari Layanan.

CTA harus ditempatkan pada bagian yang relevan. Misalnya setelah menjelaskan sebuah layanan, pengunjung dapat diberikan CTA:

Konsultasikan Kebutuhan Website Anda

Dengan begitu, desain website tidak hanya bekerja untuk visual, tetapi juga mendukung conversion.

Tampilan Website Keren Bukan Berarti Mengikuti Semua Tren

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika membuat website adalah terlalu fokus pada tren. Hari ini mungkin sedang populer:

  • Glassmorphism.
  • Gradient.
  • 3D illustration.
  • Animated cursor.
  • Parallax.
  • Video background.

Besok tren tersebut bisa berubah. Jika website dibangun hanya berdasarkan tren, desain dapat cepat terasa usang. Lebih baik gunakan prinsip desain yang memiliki umur panjang.

Misalnya:

  • Hierarki visual yang jelas.
  • Typography yang baik.
  • Spacing yang konsisten.
  • Warna sesuai brand.
  • Navigasi sederhana.
  • CTA jelas.
  • Responsive design.
  • Accessibility.
  • Performance.

Elemen-elemen tersebut tetap relevan meskipun tren visual berubah.

Keren Secara Visual Belum Tentu Efektif

Bayangkan sebuah website memiliki animasi yang sangat menarik. Ketika homepage dibuka, berbagai elemen bergerak dari berbagai arah. Secara visual mungkin terlihat mengesankan. Namun, jika pengunjung membutuhkan waktu beberapa detik sebelum bisa membaca headline, animasi tersebut justru menghambat komunikasi.

Hal yang sama berlaku pada gambar. Foto yang sangat besar mungkin terlihat premium, tetapi jika membuat loading menjadi lambat, dampaknya bisa negatif terhadap pengalaman pengguna. Karena itu, setiap elemen desain sebaiknya memiliki alasan.

Tanyakan:

Apakah elemen ini membantu pengguna?

Jika jawabannya tidak, mungkin elemen tersebut tidak perlu digunakan.

Hubungan Desain dengan Kepercayaan Pengunjung

Website sering menjadi salah satu titik pertama calon pelanggan mengenal sebuah bisnis. Pengunjung dapat membentuk persepsi berdasarkan berbagai detail visual.

Misalnya:

Website rapi + informasi jelas + branding konsisten

dapat memberikan kesan profesional.

Sebaliknya:

Website berantakan + gambar pecah + informasi sulit ditemukan

dapat mengurangi kepercayaan. Karena itu, desain bukan hanya persoalan estetika. Desain juga berhubungan dengan brand perception. Ketika bisnis menjual layanan premium, misalnya, website seharusnya mampu menunjukkan positioning tersebut melalui visual, konten, dan pengalaman pengguna.

Cara Menilai Apakah Tampilan Website Sudah Keren

Jangan hanya bertanya:

“Menurut saya bagus tidak?”

Gunakan checklist yang lebih objektif.

Visual

  • Apakah warna konsisten?
  • Apakah typography mudah dibaca?
  • Apakah gambar berkualitas?
  • Apakah layout tidak terlalu padat?

UX

  • Apakah navigasi mudah?
  • Apakah informasi mudah ditemukan?
  • Apakah CTA jelas?
  • Apakah pengunjung tahu langkah selanjutnya?

Mobile

  • Apakah responsive?
  • Apakah tombol mudah ditekan?
  • Apakah teks nyaman dibaca?
  • Apakah tidak ada horizontal scrolling?

Brand

  • Apakah desain sesuai karakter bisnis?
  • Apakah identitas visual konsisten?
  • Apakah website terlihat sesuai dengan target market?

Performance

  • Apakah halaman cepat?
  • Apakah gambar sudah dioptimalkan?
  • Apakah animasi tidak terlalu berat?

Jika sebagian besar jawabannya “ya”, website kemungkinan sudah memiliki fondasi desain yang baik.

Kapan Tampilan Website Perlu Diperbarui?

Website tidak harus selalu diubah hanya karena ada tren desain baru. Namun, redesign atau penyegaran tampilan layak dipertimbangkan ketika:

  • Website terlihat ketinggalan zaman.
  • Branding bisnis sudah berubah.
  • Tampilan mobile buruk.
  • Navigasi membingungkan.
  • Conversion rendah.
  • CTA tidak jelas.
  • Visual tidak konsisten.
  • Website sulit dikembangkan.
  • Pengalaman pengguna menurun.

Sebelum melakukan perubahan besar, sebaiknya lakukan evaluasi terlebih dahulu. Akubi sebelumnya juga membahas proses Audit Tampilan Website: Cara Membuat Website Lebih Profesional, yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi hero section, navigasi, typography, warna, CTA, white space, gambar, hingga tampilan mobile. Dengan audit, keputusan redesign tidak hanya berdasarkan selera.

7 Ciri Tampilan Website Keren dalam Satu Checklist

Sebagai ringkasan, berikut tujuh ciri utama yang dapat digunakan sebagai checklist:

1. Visual konsisten
Warna, typography, tombol, icon, dan komponen memiliki sistem yang jelas.

2. Layout bersih
Website tidak terlalu padat dan menggunakan white space secara efektif.

3. Hero section kuat
Pengunjung langsung memahami bisnis dan value yang ditawarkan.

4. Typography nyaman
Teks mudah dibaca dan memiliki hierarki yang jelas.

5. Navigasi sederhana
Pengunjung dapat menemukan informasi tanpa kebingungan.

6. Responsive
Website tetap nyaman digunakan di smartphone, tablet, maupun desktop.

7. CTA jelas
Pengunjung tahu tindakan apa yang dapat dilakukan selanjutnya.

Jika ketujuh aspek tersebut terpenuhi, website tidak hanya terlihat menarik, tetapi juga memiliki fondasi yang lebih kuat untuk mendukung tujuan bisnis.

FAQ

Apakah tampilan website keren harus mengikuti tren desain terbaru?

Tidak. Tren dapat menjadi inspirasi, tetapi desain sebaiknya tetap disesuaikan dengan brand, target audiens, usability, dan tujuan bisnis.

Apakah website yang minimalis bisa disebut keren?

Bisa. Minimalisme justru dapat membuat website terlihat lebih profesional jika penggunaan spacing, typography, warna, dan hierarki visual dilakukan dengan tepat.

Apakah animasi wajib untuk membuat website terlihat keren?

Tidak. Animasi hanyalah salah satu elemen pendukung. Animasi sebaiknya digunakan ketika memang membantu pengalaman pengguna dan tidak mengganggu performa website.

Apa yang paling penting dalam desain website bisnis?

Selain tampilan visual, website harus mudah digunakan, cepat, responsive, memiliki struktur informasi yang jelas, dan mampu mengarahkan pengunjung menuju tindakan yang diinginkan.

Apakah website lama bisa dibuat memiliki tampilan yang lebih modern?

Bisa. Namun, tingkat perubahan bergantung pada kondisi website. Beberapa website cukup diperbarui secara visual, sementara website lain mungkin membutuhkan redesign yang lebih menyeluruh.

Kesimpulan

Tampilan website keren bukan sekadar tampilan yang menggunakan warna menarik, animasi modern, atau layout yang sedang populer. Website yang benar-benar keren adalah website yang mampu menggabungkan estetika, usability, branding, responsive design, dan tujuan bisnis secara seimbang.

Tujuh ciri yang perlu diperhatikan adalah visual yang konsisten, layout yang bersih, hero section yang kuat, typography yang nyaman, navigasi sederhana, tampilan responsive, dan CTA yang jelas. Ketika semua elemen tersebut bekerja bersama, website bukan hanya terlihat menarik ketika pertama kali dibuka. Pengunjung juga akan merasa lebih nyaman ketika menjelajahi halaman, membaca informasi, dan mencari tahu lebih jauh tentang bisnis.

Karena itu, jangan membuat website hanya untuk terlihat keren. Buat website yang keren, mudah digunakan, sesuai dengan brand, dan mampu membantu bisnis mencapai tujuannya.

Jika Anda membutuhkan jasa pembuatan website profesional custom dari Akubi, website dapat dirancang dari awal berdasarkan riset brand, target audiens, struktur konten, UX, performa, dan kebutuhan bisnis—bukan sekadar menggunakan template yang sudah jadi.

Referensi

Untuk referensi prinsip usability dan evaluasi desain antarmuka, anda juga dapat mempelajarinya melalui video berikut: