
Banyak pemilik bisnis masih menganggap landing page dan website adalah hal yang sama. Padahal, keduanya memiliki tujuan, struktur, dan cara penggunaan yang berbeda.
Memahami perbedaan landing page dan website penting sebelum bisnis mengeluarkan biaya untuk membuat aset digital. Jangan sampai bisnis membuat website lengkap ketika sebenarnya hanya membutuhkan halaman untuk satu kampanye. Sebaliknya, jangan menggunakan landing page ketika bisnis membutuhkan pusat informasi digital yang lebih lengkap.
Secara sederhana, landing page biasanya dibuat untuk satu tujuan atau conversion tertentu, sedangkan website memiliki cakupan yang lebih luas dan dapat terdiri dari banyak halaman. Contohnya, sebuah perusahaan menjalankan Google Ads untuk menawarkan jasa pembuatan website. Mereka bisa membuat landing page khusus yang berisi penawaran, portfolio, testimonial, dan tombol konsultasi.
Sementara website perusahaan dapat memiliki halaman Home, About, Services, Portfolio, Blog, FAQ, dan Contact. Jadi, keduanya bukan selalu kompetitor. Dalam strategi digital marketing, landing page bahkan bisa menjadi salah satu bagian dari website.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah halaman yang dirancang dengan fokus pada satu tujuan utama. Tujuan tersebut dapat berupa:
- Mengisi formulir.
- Membeli produk.
- Mendaftar event.
- Menghubungi sales.
- Download e-book.
- Mengambil promo.
- Melakukan reservasi.
- Meminta konsultasi.
Karena memiliki satu tujuan, landing page biasanya dibuat lebih fokus dibandingkan halaman website biasa. Misalnya bisnis menawarkan jasa renovasi rumah. Landing page dapat memiliki struktur:
Headline → Masalah → Solusi → Benefit → Portfolio → Testimonial → Penawaran → CTA
Pengunjung tidak perlu menjelajahi banyak menu. Semua informasi penting yang diperlukan untuk mengambil keputusan sudah tersedia pada satu halaman.
Karakteristik Landing Page
Landing page biasanya memiliki beberapa karakteristik berikut:
1. Fokus pada Satu Tujuan
Landing page tidak seharusnya memiliki terlalu banyak tujuan yang saling bersaing. Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan leads, CTA yang digunakan dapat diarahkan ke:
Konsultasi Gratis
atau
Minta Penawaran
2. Navigasi Lebih Sederhana
Landing page sering kali mengurangi elemen navigasi agar pengunjung tidak terdistraksi. Misalnya, daripada memberikan 8 pilihan menu, landing page hanya mengarahkan pengguna pada satu tindakan utama.
3. Copywriting Lebih Persuasif
Karena landing page berorientasi conversion, kontennya biasanya lebih fokus pada:
- Masalah.
- Solusi.
- Benefit.
- Bukti.
- Penawaran.
- CTA.
4. Sering Digunakan untuk Campaign
Landing page sangat cocok untuk campaign tertentu. Misalnya:
Google Ads → Landing Page → WhatsApp
atau:
Instagram Ads → Landing Page → Form Leads
Apa Itu Website?
Website adalah kumpulan halaman yang berada dalam satu domain dan digunakan untuk menyediakan informasi, membangun brand, menjelaskan produk atau layanan, serta mendukung berbagai aktivitas bisnis. Sebuah website perusahaan dapat memiliki:
- Homepage.
- About Us.
- Services.
- Portfolio.
- Blog.
- FAQ.
- Contact.
- Career.
Tujuan website juga bisa lebih beragam.
Website dapat digunakan untuk:
- Branding.
- SEO.
- Company profile.
- Content marketing.
- Lead generation.
- Penjualan.
- Customer support.
- Publikasi informasi.
Karena cakupannya lebih luas, pengunjung biasanya memiliki lebih banyak pilihan untuk menjelajahi website.
Perbedaan Landing Page dan Website
Sekarang kita masuk ke bagian paling penting. Berikut perbedaan landing page dan website berdasarkan beberapa aspek utama.
| Aspek | Landing Page | Website |
|---|---|---|
| Tujuan | Fokus pada satu conversion | Memiliki banyak tujuan |
| Struktur | Biasanya satu halaman | Terdiri dari banyak halaman |
| Navigasi | Minimal | Lebih lengkap |
| CTA | Fokus pada satu tindakan | Bisa memiliki beberapa CTA |
| Konten | Sangat terarah | Lebih luas |
| Penggunaan | Campaign/iklan | Kehadiran digital bisnis |
| SEO | Bisa dioptimalkan | Potensi SEO lebih luas |
| Customer journey | Pendek | Lebih panjang |
| Informasi | Spesifik | Lebih lengkap |
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa tidak ada jawaban sederhana mengenai mana yang lebih baik. Pilihan bergantung pada kebutuhan bisnis.
1. Perbedaan dari Segi Tujuan
Perbedaan landing page dan website yang paling mendasar adalah tujuan. Landing page biasanya memiliki satu tujuan utama.
Misalnya:
“Dapatkan Konsultasi Gratis”
Semua elemen pada halaman diarahkan untuk mendukung CTA tersebut. Website memiliki tujuan yang lebih luas.
Pengunjung mungkin datang untuk:
- Mengenal perusahaan.
- Mencari layanan.
- Melihat portfolio.
- Membaca artikel.
- Mencari kontak.
- Melihat lowongan.
- Menghubungi sales.
Karena itu, website tidak harus memaksa semua pengunjung melakukan satu tindakan yang sama.
2. Perbedaan dari Segi Struktur
Landing page biasanya berupa satu halaman panjang. Contohnya:
Hero → Benefit → Masalah → Solusi → Testimonial → Portfolio → FAQ → CTA
Sementara website memiliki struktur yang lebih luas:
Home
├── About
├── Services
├── Portfolio
├── Blog
├── FAQ
└── Contact
Struktur website juga dapat berkembang sesuai kebutuhan bisnis. Untuk memahami bagaimana struktur halaman dapat membantu membangun website perusahaan yang lebih lengkap, Anda dapat membaca artikel Akubi mengenai Halaman Website Company Profile yang Wajib Ada di Web Modern.
3. Perbedaan Navigasi
Landing page biasanya mengurangi navigasi. Alasannya sederhana: semakin banyak pilihan, semakin besar kemungkinan pengunjung keluar dari jalur conversion yang sudah dirancang. Misalnya campaign memiliki tujuan mendapatkan leads. Landing page dapat mengarahkan:
Headline → Benefit → Testimonial → Form
Website justru membutuhkan navigasi yang lebih lengkap agar pengunjung dapat menemukan berbagai informasi.
Contohnya:
Home | Tentang Kami | Layanan | Portfolio | Blog | Contact
Jadi, navigasi landing page cenderung fokus, sementara navigasi website cenderung eksploratif.
4. Perbedaan dari Segi CTA
CTA atau Call to Action merupakan elemen penting dalam landing page.
Contohnya:
- Beli Sekarang.
- Daftar Sekarang.
- Konsultasi Gratis.
- Download Sekarang.
- Reservasi Sekarang.
CTA biasanya dibuat berulang pada beberapa bagian halaman. Pada website, CTA dapat berbeda berdasarkan halaman. Homepage mungkin menggunakan:
Lihat Layanan
Halaman layanan:
Konsultasi Sekarang
Artikel:
Pelajari Layanan Kami
Dengan demikian, website dapat memiliki beberapa jalur conversion.
5. Perbedaan dari Segi Konten
Landing page memiliki konten yang lebih spesifik. Misalnya landing page untuk jasa SEO hanya membahas:
- Masalah SEO.
- Solusi SEO.
- Benefit.
- Metode kerja.
- Portfolio.
- Harga.
- Testimonial.
- CTA.
Website perusahaan dapat membahas seluruh bisnis. Mulai dari sejarah perusahaan, berbagai layanan, portfolio, tim, artikel, FAQ, hingga informasi kontak. Karena itu, website lebih cocok jika bisnis ingin membangun digital presence jangka panjang.
6. Perbedaan dari Segi SEO
Landing page dan website sama-sama dapat dioptimalkan untuk mesin pencari. Namun, website biasanya memiliki peluang lebih luas karena dapat memiliki banyak halaman dengan topik berbeda. Contohnya perusahaan jasa website dapat memiliki:
- Halaman jasa pembuatan website.
- Artikel tentang SEO.
- Artikel tentang UX.
- Artikel tentang responsive design.
- Studi kasus.
- Halaman layanan khusus industri.
Setiap halaman dapat menargetkan kebutuhan pencarian yang berbeda. Google sendiri menjelaskan bahwa SEO membantu mesin pencari memahami konten dan membantu pengguna menemukan halaman yang relevan melalui Search. Untuk strategi SEO, jangan hanya mengejar keyword. Struktur informasi dan kualitas konten tetap harus dibuat untuk pengguna.
Dari sisi SEO, website biasanya memiliki peluang lebih luas karena mempunyai banyak halaman dan topik yang dapat dioptimasi. Namun, landing page juga tetap bisa dioptimalkan untuk pencarian organik selama kontennya relevan, mudah dipahami, dan memberikan pengalaman yang baik bagi pengguna. Google sendiri menjelaskan prinsip dasar optimasi mesin pencari melalui SEO Starter Guide dari Google
7. Perbedaan Landing Page dan Website dari Sisi Conversion
Landing page biasanya lebih agresif dalam mengarahkan conversion. Misalnya:

Website memiliki customer journey yang lebih panjang.
Contohnya:

Karena itu, landing page cocok ketika bisnis sudah mengetahui apa yang ingin dilakukan pengunjung. Website lebih cocok ketika pengunjung membutuhkan ruang untuk melakukan eksplorasi sebelum mengambil keputusan.
Kapan Sebaiknya Menggunakan Landing Page?
Landing page sangat cocok digunakan ketika bisnis memiliki penawaran spesifik. Misalnya Anda menjalankan campaign:
Promo Produk
Landing page berisi produk, benefit, harga, testimonial, dan tombol pembelian.
Google Ads
Iklan:
Jasa Pembuatan Website Profesional
Kemudian pengunjung diarahkan ke landing page khusus jasa tersebut.
Webinar
Landing page berisi:
- Pembicara.
- Materi.
- Benefit.
- Jadwal.
- Form pendaftaran.
Lead Generation
Landing page dapat digunakan untuk menawarkan:
Konsultasi Gratis 30 Menit
Pengunjung mengisi form dan tim sales melakukan follow-up.
Kapan Bisnis Membutuhkan Website?
Website lebih tepat jika bisnis membutuhkan rumah digital utama. Misalnya perusahaan ingin menampilkan:
- Profil perusahaan.
- Berbagai layanan.
- Portfolio.
- Team.
- Blog.
- FAQ.
- Kontak.
- Informasi karier.
Website juga penting jika bisnis ingin membangun traffic organik dalam jangka panjang. Misalnya bisnis membuat artikel yang menjawab berbagai pertanyaan calon pelanggan.
Strategi seperti ini juga berkaitan dengan website marketing, karena website dapat menjadi pusat dari berbagai channel pemasaran. Anda dapat mempelajari konsep tersebut lebih lanjut melalui artikel Website Marketing: Pengertian, Strategi, dan Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis.
Apakah Landing Page Bisa Menjadi Bagian dari Website?
Bisa.
Ini justru merupakan kombinasi yang sangat umum. Misalnya sebuah website perusahaan memiliki struktur:
website.com
├── About
├── Services
├── Portfolio
├── Blog
├── Contact
└── Campaign / Landing Page
Landing page dapat dibuat khusus untuk campaign tanpa mengubah struktur utama website. Contohnya:
website.com/jasa-pembuatan-website/
Halaman tersebut dapat dirancang khusus untuk pengunjung dari Google Ads. Jadi, bisnis tidak harus memilih antara website atau landing page. Keduanya dapat bekerja bersama.
Website + Landing Page: Kombinasi yang Lebih Strategis
Dalam strategi digital marketing, website dan landing page dapat memiliki fungsi berbeda. Contohnya:
SEO
↓
Website / Blog
↓
Calon pelanggan mengenal brand
↓
Halaman layanan
↓
CTA
↓
Leads
Sementara dari iklan:
Google Ads
↓
Landing Page
↓
Penawaran spesifik
↓
CTA
↓
Leads
Dengan sistem tersebut, setiap channel dapat memiliki tujuan dan halaman tujuan yang sesuai. Ini jauh lebih efektif dibandingkan mengarahkan seluruh traffic ke homepage tanpa mempertimbangkan intent pengunjung.
Apakah Landing Page Lebih Baik daripada Website?
Tidak. Landing page bukan versi “lebih bagus” dari website. Begitu juga website bukan versi “lebih lengkap” dari landing page. Keduanya dibuat untuk kebutuhan berbeda.
Landing page unggul dalam fokus conversion.
Website unggul dalam membangun digital presence dan menyediakan informasi yang lebih luas.
Jika bisnis hanya memiliki satu campaign, landing page mungkin sudah cukup. Namun jika bisnis ingin membangun brand dan aset digital jangka panjang, website biasanya menjadi fondasi yang lebih tepat.
Apakah Website Bisa Digunakan untuk Campaign?
Bisa. Namun, tidak semua campaign harus diarahkan ke homepage. Misalnya bisnis memiliki iklan:
“Jasa Pembuatan Website Restoran”
Jika pengunjung diarahkan ke homepage yang memiliki banyak layanan, mereka mungkin harus mencari sendiri informasi mengenai website restoran. Landing page khusus dapat membuat perjalanan lebih singkat:
Iklan → Landing Page Website Restoran → Portfolio → CTA
Pengunjung langsung mendapatkan informasi yang relevan dengan iklan yang mereka klik.
Bagaimana Memilih Landing Page atau Website?
Gunakan pertanyaan sederhana berikut.
Pilih Landing Page jika:
- Anda memiliki satu penawaran utama.
- Sedang menjalankan campaign.
- Fokus mendapatkan leads.
- Menjual satu produk.
- Menawarkan promo tertentu.
- Membutuhkan conversion cepat.
Pilih Website jika:
- Ingin membangun brand.
- Memerlukan banyak halaman.
- Ingin membangun SEO jangka panjang.
- Memiliki banyak layanan.
- Membutuhkan company profile.
- Ingin menjadi pusat digital bisnis.
Gunakan Keduanya jika:
- Memiliki website utama.
- Aktif menjalankan iklan.
- Membutuhkan SEO.
- Memiliki beberapa campaign.
- Ingin memisahkan traffic organik dan paid traffic.
Untuk bisnis yang ingin membangun website dengan struktur berdasarkan kebutuhan audiens, pengalaman pengguna juga perlu diperhatikan. Website yang memiliki banyak informasi tetap harus mudah dinavigasi agar pengunjung tidak kebingungan. Pembahasan lebih lanjut bisa dilihat pada Cara Membuat Website yang Mudah Digunakan Pengunjung.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menggunakan Homepage untuk Semua Iklan
Tidak semua traffic iklan harus masuk homepage. Jika iklan menawarkan produk spesifik, halaman tujuan sebaiknya relevan dengan penawaran tersebut.
Membuat Landing Page Terlalu Banyak Pilihan
Landing page yang memiliki terlalu banyak menu, link, dan CTA dapat mengurangi fokus conversion.
Menganggap Website Hanya untuk Profil
Website dapat menjadi lebih dari sekadar company profile. Dengan SEO, content marketing, analytics, dan conversion optimization, website dapat menjadi bagian dari sistem marketing.
Tidak Memperhatikan Mobile
Baik website maupun landing page harus nyaman digunakan melalui smartphone. Desain responsive memastikan layout dapat menyesuaikan berbagai ukuran layar. Anda dapat membaca Kenapa Responsive Website Sangat Penting Saat Ini? untuk memahami pentingnya aspek tersebut.
Contoh Sederhana untuk Bisnis
Misalnya Akubi ingin menawarkan jasa pembuatan website kepada pemilik UMKM. Website utama Akubi dapat berisi:
Home → Layanan → Portfolio → Blog → Contact
Sementara ketika menjalankan campaign:
Jasa Pembuatan Website Profesional untuk UMKM
Akubi dapat membuat landing page khusus:
Headline
Website Profesional untuk Membantu UMKM Naik Kelas
↓
Benefit
↓
Portfolio
↓
Testimonial
↓
Paket
↓
FAQ
↓
Konsultasi Gratis
Dengan cara tersebut, website tetap menjadi pusat informasi utama, sementara landing page digunakan untuk kebutuhan campaign tertentu.
FAQ Perbedaan Landing Page dan Website
Apa perbedaan landing page dan website?
Landing page biasanya fokus pada satu tujuan atau conversion, sedangkan website memiliki cakupan lebih luas dan dapat terdiri dari banyak halaman dengan berbagai tujuan.
Apakah landing page termasuk website?
Secara teknis, landing page dapat menjadi salah satu halaman dalam sebuah website. Namun, istilah landing page biasanya mengacu pada halaman yang dirancang dengan tujuan conversion tertentu.
Apakah landing page bisa digunakan untuk SEO?
Bisa. Landing page dapat dioptimalkan untuk pencarian tertentu. Namun, strategi SEO tetap perlu disesuaikan dengan search intent dan tujuan halaman.
Apakah bisnis kecil membutuhkan website atau landing page?
Tergantung kebutuhan. Jika hanya menjalankan satu campaign, landing page dapat menjadi pilihan praktis. Jika ingin membangun brand dan digital presence jangka panjang, website lebih tepat.
Apakah landing page bisa menggantikan website?
Dalam kasus tertentu bisa, terutama untuk campaign atau penawaran yang sangat spesifik. Namun, landing page tidak menggantikan fungsi website jika bisnis membutuhkan banyak informasi, halaman layanan, portfolio, blog, dan struktur digital yang lebih lengkap.
Apakah website dan landing page bisa dibuat bersamaan?
Bisa. Bahkan kombinasi keduanya dapat sangat efektif. Website menjadi aset digital utama, sedangkan landing page digunakan untuk campaign, iklan, atau penawaran tertentu.
Kesimpulan
Memahami perbedaan landing page dan website membantu bisnis menentukan solusi digital berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren. Landing page dirancang dengan fokus pada satu tujuan, seperti mendapatkan leads, menjual produk, mendaftarkan peserta, atau mendorong reservasi. Karena itu, strukturnya cenderung lebih sederhana dan CTA-nya lebih fokus.
Sementara itu, website memiliki cakupan yang lebih luas. Website dapat digunakan untuk membangun brand, menampilkan berbagai layanan, menyediakan informasi perusahaan, menjalankan SEO, menerbitkan konten, membangun kepercayaan, hingga mendukung proses penjualan.
Jadi, landing page bukan pengganti website dan website bukan pengganti landing page.
Untuk strategi digital yang lebih matang, keduanya bahkan dapat digunakan bersama. Website menjadi pusat digital bisnis, sedangkan landing page menjadi halaman khusus yang mendukung campaign dan conversion.
Jika bisnis Anda membutuhkan jasa pembuatan website profesional yang dirancang berdasarkan brand, kebutuhan pengguna, dan tujuan bisnis, Anda dapat melihat layanan Akubi melalui website resmi Akubi. Akubi membangun website custom dari riset, bukan sekadar menggunakan template pasaran.
